by

Mega Skandal BLBI Manipulasi Keuangan Negara

Foto/ist
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Korupsi atau rasuah mega skandal BLBI yang dilatarbelakangi krisis moneter Indonesia pada ’97 dan ’98, sudah hampir dua dasawarsa tanpa ada tindak lanjut secara hukum. Terkait hal itu, Sasmito Hadinegoro, Ekonom senior jebolan Fakultas Ekonomi UGM tahun’78 menilai skandal BLBI merupakan kejahatan politik yang sedemikian sistemik. Hal ini dikatakannya Jumat (23/3).
“Pada dasarnya mega skandal BLBI bukan perkara pidana semata, apalagi perkara perdata.”  sebutnya.
Bagi Sasmito Hadinegoro yang juga Ketua Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara ini memberikan torehan catatan tebal dan patut digarisbawahi bahwa kejahatan politik di masa itu seperti halnya manipulasi sistem keuangan.
Ditambahkan Sasmito, patut diduga bahwa guna membangun ‘klik politik’ berbasis penguatan sumber daya ekonomi fullpower yang berimbas merebut kedaulatan dari tangan rakyat. 
“Praktis hingga hari ini, negara RI seakan bukan lagi Negara Kesatuan berkedaulatan rakyat rasanya, namun lebih nampak sebagai Negara Kesatuan Berkedaulatan Korporat,” jelas Sasmito, Ketua umum Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS).
Sasmito mengemukakan bahwa kejahatan korupsi sistemik BLBI Gate diikuti Centurty Gate merupakan extra ordinary crime dan para pelakunya harus dikenakan hukuman maksimal seberat beratnya.
“Akil Muchtar dipidana seumur hidup hanya gara-gara gratifikasi satu miliar rupiah saja. Maka itu untuk berikan efek jera, hukuman mati pada mereka yang terseret mega skandal keuangana negara puluhan triliun sampai dengan ratusan triliun BLBI – Century Gate yang juga mencapai kisaran 7,9 triliun rupiah negara dirugikan,” Tegasnya.
Hukuman mati pun tandas Sasmito, layak untuk diterapkan agar koruptor KAKAP tidak muncul lagi di negeri kita.[Nicholas]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven + one =

Rekomendasi Berita