Mantan Kepala BNN, Budi Waseso Undang dan Apresiasi BANSMA

Berita2076 Views
Ketua Umum Badan Anti Narkoba Sekolah Menengah Atas (BANSMA) Muhamad Ridho, BSA, Foto bersama Komjend (Purn) Budi Waseso yang akrabnya disapa Buwas.[Gusti/radarindonesianws.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum yang juga pendiri Badan Anti Narkoba Sekolah Menengah Atas (BANSMA) Muhamad Ridho, BSA, Senin pagi (13/11) mendatangi kantor Bulog dalam rangka memenuhi undangan Komjend (Purn) Budi Waseso atau lebih akrabnya disapa Buwas, sosok mantan kepala BNN yang kini menjabat sebagai Dirut Perum Bulog. 
Menurut pengakuan Ketum BANSMA itu, Kedatangannya menemui Buwas selain memenuhi undangan juga dalam rangka mendaulat mantan Kepala BNN tersebut menjadi Ketua Dewan Pembina Nasional BANSMA. 
Pada pertemuan itu, Ridho mengaku mendapat apresiasi dan dukungan dari Buwas atas adanya kepedulian elemen masyarakat yang berkomitmen menciptakan Indonesia bebas dari pengaruh narkoba. 
Dalam kesempatan tersebut, Komjend Buwas juga sangat menekankan soal perlunya dilakukan pengenalan bahaya narkoba yang harus diberikan melalui pengetahuan pada anak sekolah sejak dini. Dimulai dari TK sampai perguruan tinggi, tentunya sesuai kapasitas daya pikir anak. Sehingga pada akhirnya dapat melindungi para pelajar dari narkoba. Sebab dampak narkoba sangatlah berbahaya bagi kesehatan dan fisik manusia.
“Bukan itu saja, seluruh kompenen dari berbagai elemen, harus diberi pengetahuan terkait bahayanya narkoba bagi manusia,” ujarnya.
Adapun keterkaitan BANSMA di sekolah-sekolah diharapkan justru agar lebih mengedepankan tupoksi guru yang sudah harus diperan-aktifkan untuk menjelaskan dampak bahayanya narkoba. Bahkan bukan itu saja, kalangan media elektronik pun seharusnya setiap hari dapat membuat dan menayangkan himbauan yang berisi penerangan tentang dampak dari bahayanya narkoba. 
Narkoba itu sangat berbahaya, bila kita sudah terkena maka tak mungkin mudah untuk sembuh total seperti sedia kala. Untuk itu BANSMA harus siap bekerja sama dengan pihak terkait, selain harus mendapat arahan, bimbingan dari BNN, tentunya juga harus dapat bersinergi dengan Kementerian Kesehatan serta Kementerian sosial.

“Bila semua elemen bangsa menyadari akan bahayanya narkoba dan turut mensosialisasikan, maka tentunya akan dapat menghambat dan mempersempit peredaran narkoba yang sampai saat ini kian marak. Kalau bisa di sekolah-sekolah seharusnya sudah dimasukan dalam kurikulum tentang dampak bahaya narkoba. Selain merugikan kesehatan bagi pemakainya, tentu akan berdampak pula pada negara dan masa yang akan datang. Semua rakyat indonesia, harus menyadari dampak bahayanya narkoba. Narkoba bisa membunuh karakter bangsa indonesia dimasa akan datang,” tandas M. Ridho. (Goesti)[]

Comment