by

Marinus Mendrofa Kritisi Surat Suara Batal, Berikut Penuturannya

Saat pemilihan sedang berlangsung.[Albert/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS –  Pemilu serentak yang dilaksanakan di Indonesia, Rabu (17/04), menuai kritikan. Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Hiligodu Tanose’o, Marinus Mendrofa usai menyaksikan penghitungan surat suara di TPS dua di Desa Hiligodu Tanose’o. 
“Banyaknya surat suara yang digunakan pada pemilu tahun ini banyak yang batal, khususnya di desa saya Hiligodu Tanose’o. Contohnya pemilih yang buta huruf dan rabun yang terdapat di TPS dua, mereka membutuhkan waktu setengah jam di bilik,” ujarnya.
“Kami merasa salah satu faktor terjadinya hal ini karena para pemilih belum menentukan pilihan di salah satu tingkatan serta tidak adanya sosialisasi dari pihak penyelenggara. Kami pun berharap agar ini menjadi catatan kepada penyelenggara di pemilu berikutnya,” ucap lebih lanjut Marinus. 
Sekretaris Kecamatan Hiliduho, Elman Nazara kepada awak media radarindonesianews.com mengungkapkan kesiapan pihaknya menjaga logistik pemilu. 
“Kesiapan kami di tingkat kecamatan telah siap bilamana logistik dibawa ke Kantor Kecamatan Hiliduho dan kami telah mempersiapkan ruangan untuk itu, terangnya. 
Ditempat yang sama, Kapolsek Hiliduho E. Siahaan saat diwawancarai awak media ini membeberkan hasil pantauannya. 
“Situasi sementara hingga saat ini di Kecamatan Hiliduho dalam keadaan aman dan kondusif. Kita juga dibantu oleh BKO sejumlah 6 orang dengan keseluruhan personil pengamanan di Kecamatan Hiliduho berjumlah 10 personil PAM,” ucap Polisi berpangkat Perwira itu.
Adapun surat suara batal dari hasil rekapitulasi di TPS dua Desa Hiligodu Tanose’o, antara lain :
-Lembar surat suara Pilpres sebanyak 1
-Lembar surat suara DPR RI sebanyak 32
-Lembar surat suara DPD RI sebanyak 33
-Lembar surat suara DPRD Provinsi sebanyak 26
-Lembar surat suara DPRD Kabupaten Nias sebanyak 3
Total pemilih sebanyak 141 orang. (Albert)

Comment

Rekomendasi Berita