by

Maryatiningsih: Hempaskan Demokrasi Dengan Ketaatan Yang Tinggi

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Kata khilafah, kini semakin populer terdengar, mungkin yang awalnya masyarakat tidak mengetahui apa itu khilafah mereka akan mencari tahu mengenai khilafah. Khilafah adalah topik yang akan selalu di perbincangkan, karena tidak sedikit yang pro dan kontra, sebab itu sebagai konsekuensi dari sebuah konsep pemikiran politik yang menyangkut kehidupan masyarakat luas di dunia . Yaitu Khilafah sebagai institusi untuk menerapkan konstitusi syariah yang bersumber dari al – Quran dan as-Sunah. 
Mengapa banyak yang kontra dengan ide khilafah? 
Di antaranya karena mereka menganggap khilafah sebagai suatu mitos, utopis dan juga sebagai ancaman. Yakni ancaman untuk ideologi kapitalisme liberalisme. maka dari itu ide khilafah akan selalu mendapati ancaman, hambatan dan tantangan. Akan tetapi sebagai seorang muslim yang sejati itu adalah bagian dari dakwah yang harus terus diperjuangkan.
Karena wajib bagi umat mengangkat seorang imam atau menegakkannya dan mengangkatnya sebagai seorang penguasa. Seluruh umat di seru dengan kewajiban tersebut sejak awal wafatnya beliau saw hingga tibanya hari kiamat. Keharusan yang pasti untuk mengangkat seorang khalifah sangat jelas dan ini terlihat dari kegamblangan pemahaman sahabat dari hal itu, yaitu dari apa yang telah sahabat lakukan dengan mendahulukan mengangkat seorang khalifah dan membai’atnya daripada memakamkan jenazah Rasulullah saw . Demikian juga Umar bin khathab saat dia di tikam  dan sedang menjelang kematian. Kaum muslim meminta untuk menunjuk pengganti namun dia menolak. Mereka sekali lagi meminta kepadanya maka akhirnya dia menunjuk sebuah tim yang beranggotakan enam orang. Dengan kata lain dia telah membatasi pencalonan yang akan dipilih dari mereka seorang khalifah. Tidak hanya itu batas waktu juga di batasi yaitu 3 hari. Kemudian dia berpesan apabila ada yang tidak sepakat terhadap seorang khalifah setelah tempo 3 hari, maka bunuhlah orang tersebut(Daulah)
Itu menandakan betapa penting dan wajibnya mengangkat seorang khalifah,tentunya dalam bingkai Khilafah. Maka sudah seharusnya demokrasi dihempaskan dari muka bumi ini. Karena sudah jelas bertentangan sekali dengan sistem Islam. Dampaknyapun nampak jelas  seperti yang di lansir dari Merdeka.Com Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arif Rahman memperbaharui jumlah korban gugur dalam menjalankan tugasnya sebagai kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) data pertanggal 4 Mei 2019 pukul 16.00 WIB, tercatat jumlah korban wafat mencapai 400 jiwa “jadi bertambah menjadi 400 jiwa,sakit 3.788orang,jadi total 4.228 bila di total,” kata Arif lewat siaran pers sabtu (4/5).
Alasan sementara mereka yang meninggal dunia di sinyalir kelelahan akibat mengawal, proses persiapan pemungutan dan penghitungan suara yang panjang dan berjenjang. Kendati KPU sendiri akan segera melakukan evaluasi serius terkait penyebab jatuhnya korban. Media Emergenci Reccue Comite atau MER-C menilai kematian para petugas pemilu 2019 akibat 
kelelahan sebagai fenomena ganjil pasalnya, menurut MER-C, dalam medis kelelahan tidak dapat di jadikan sebab seseorang mengalami kematian. “kematian itu bukan karena kelelahan pasti ada faktor lain, seperti mungkin serangan jantung, gagal pernafasan, jadi bukan karena kelelahan lalu menjadi sebab meninggalnya seseorang, kata dari Yogi Prabow. SPOT salah seorang presedium MER-C dalam jumpa pers di kantor sekretariat MER-C Jakarta Pusat, Jum’at 3 Mei 2019 karena MER-C akan melakukan tindakan pencegahan dengan terjun langsung ke beberapa wilayah Indonesia, dengan dampak korban terbanyak. Hal ini dilakukan karena MER-C melihat masalah terbukanya peluang jatuh korban jiwa lebih banyak lagi, bila tindakan di berikan tidak maksimal. 
Di atas adalah gambaran betapa gagalnya demokrasi semakin di pertahankan semakin tambah rusak dan semakin kacau. Kedzaliman demi kedzaliman semakin banyak di muka bumi ini. Namun sekuat apapun sistem ini di pertahankan tetap tidak akan mampu mengalahkan sistem yang sahih yaitu sistem khilafah islamiyah. 
Walaupun pesta demokrasi sudah berlalu tepatnya pada tanggal 17 April 2019, tetapi tidak heran jika para pejuang islam kaffah yang memperjuangkan khilafah akan menjadi sorotan publik. Namun lagi-lagi mereka tidak akan goyah dengan segala tantangan dan hambatan yang sering terjadi, sekali khilafah tetap khilafah.
Rasulullah saw bersabda. “Katakanlah aku beriman kepada Allah,” kemudian istiqimahlah! (HR Ahmad dan Muslim). Maka dalam kondisi apapun kita harus tetap beriman hanya kepada Allah semata,kemudian istiqomah di atas keimanan da ketaatan sampai di matikan oleh Allah. Umar bin al-Khathab ra. berkata, “Istiqomahlah dalam ketaatan kepada Allah dan jangan kalian menyimpang.” Sebuah pesan yang sangat berharga untuk seluruh kaum muslimin di dunia.
Tetap teguhlah di atas jalan yang lurus yaitu hanyalah Islam yakni akidah dan syariahnya. Allah Swt berfirman : Sungguh (Islam) inilah jalan – Ku yang lurus. Karena itu ikutilah jalan itu. Janganlah kalian mengikuti jalan – jalan yang lain karena jalan – jalan itu pasti mencerai- beraikan kalian dari jalan – Nya. Yang demikian Allah perintahkan agar kalian bertaqwa. (QS al-An’am). Wallohualam bishowab.[]

Penulis adalah ibu rumah tangga

Comment

Rekomendasi Berita