Memaknai Natal Dengan Perayaan Sederhana

Berita1139 Views
Gerald Yohannes, Mezty Mez dan Keluarga Besar Gerald Yohannes dalam sesi foto bersama.[Ayu/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Tentunya kita sudah banyak mengenal Natal karena diperingati setiap tahun pada tanggal 25 Desember. Tapi, tahukah makna natal sebenarnya? 
Natal sebenarnya merupakan kehidupan pertama Kristus menjadi manusia. Biasanya setiap orang yang merayakan natal akan menaruh sebuah pohon cemara di dalam rumahnya. Awal mulanya diterapkan di negara Jerman abad ke 16. Memang menaruh pohon natal tidak menjadi suatu keharusan.
Pohon natal biasanya terdapat banyak hiasan indah yang mengelilinginya. Ada lonceng, candy cane atau permen tongkat, pernak pernik warna merah dan hijau, karangan bunga, bintang, lilin dan burung merpati. Lonceng dibunyikan sebagai pertanda permulaan misa dalam agama Katolik. Lonceng menjadi tanda dimulainya suatu momen dan mengumumkan kelahiran Kristus.
Candy cane memiliki dua warna yakni merah melambangkan darah Yesus dan putih menggambarkan kemurnian. Bentuknya mewakili makna penggembalaan Kristus. Pernak pernik warna merah dan hijau. Hijau melambangkan cahaya dan kehidupan abadi. Karangan bunga melambangkan duri yang dikenakan oleh Kristus dan buah beri merah mewakili darah. Bintang melambangkan penuntun dan tanda surgawi dan nurbuat yang digenapi sejak dahulu dan harapan yang bersinar bagi umat manusia. Burung merpati dianggap sebagai symbol perdamaian.
Ayu Yulia Yang, Gerald Yohannes dan Mezty saat bincang soal tradisi natal
Adapun makanan yang dihidangkan saat moment Natal berlangsung. Di antaranya ginger bread atau kue jahe, roasted turkey, yorkshire pudding, pie apel, fruit stolen cake, cheesecake natal, roast beef, saus kranberi, mashed potato, smoke salmon dan seafood. 
Seperti halnya Mezty Mez, Gerald Yohannes bersama mamanya, Giena Tirto dan keluarga besar berkumpul di salah satu kediaman anggota keluarga besar ayahanda Gerald di daerah Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur. Mereka hanya merayakan natal dengan cara sederhana. Hanya makan bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan. Sajian yang dihidangkan pun ala kadarnya jauh dari kesan mewah. 
Namun, uniknya makanan dimasak sendiri dan kebetulan ada makanan kesukaan Gerald. Sate memang menjadi makanan yang pertama disantap Gerald. Kemudian untuk Mezty menyukai salad yang juga ada dalam hidangan. Selain itu dihidangkan klaper tart, rica daging, ikan dan lain sebagainya.
Asyiknya ketika memasuki proses tukar kado. Mezty dapat kado sendok satu pack dan Gerald mendapatkan bantal melingkar yang biasa digunakan untuk leher. Dilanjutkan lagi dengan sesi foto bersama keluarga besar. Memang bagi mereka, natal tidak harus dirayakan dengan menghambur – hamburkan uang dan harus memakai serba khas natal seperti makanan dan pernak perniknya. Tapi sebenarnya ada moment yang baik untuk berdo’a dan berkumpul bersama keluarga. Terpenting bisa memaknai maksud natal sebenarnya.[Ayu Yulia Yang]

Comment