by

Motivator Yang Membangunkan Kesadaran Umat Dan Bangsa Indonesia

Habib Rizieq Shihab.[hidayatullah]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Beliau dikenal sebagai seorang ustadz dengan latar belakang pemahaman terhadap agama, khususnya Islam yang sangat mendalam alias kaffah. Dulu, dalam mengemban misi dakwahnya sebagai dai dan ustadz, kerap kali disepelekan dan mendapat perlawanan, baik dari aparat maupun dari kalangan umat yang phobia terhadap Islam.
Namun ustadz yang kerap turun ke lapangan membasmi kemungkaran tanpa lelah itu kini menjadi orang yang paling mashur dan dikenal orang di seluruh dunia. Seruan kebaikan dan larangan terhadap kemungkaran yang tak lelah disuarakan demi membela Islam patut diacungkan jempol. Waktu, pikiran, tenaga dan harta dipakainya untuk berjuang menegakkan kebenaran dan menghantam kedzoliman.
Dialah ustadz Habib Rizieq Shihab. Tanpa memikirkan resiko penjara, ancaman dan bahkan jiwa raganya, beliau terus melakukan tugasnya sebagai dai yang menyeru kepada kebaikan dan melarang kejahatan. Tak sedikit hambatan dan perlawanan dari masyarakat yang menentang tugas mulia sang ustadz namun beliau tetap gigih dan terus melakukan fungsi dan perannya di tengah masyarakat muslim Indonesia.
Tidak sedikit masyarakat, pejabat, politisi dan birokrat yang “kesentil” dan merasa panas dengan aktifitas beliau. Sehingga banyak di antara mereka meminta pemerintah untuk membekukan FPI, organisasi masyarakat yang dibangunnya. Namun tak ada gentar sedikitpun. Meski diakuinya bahwa FPI juga manusia, dan mungkin saja terdapat sela dan cela dalam melakukan tugasnya.
Habib Rizieq tak peduli semua itu. Beliau bekerja bukan lagi pada level dan tataran manusia dan apa lagi jabatan. Allah SWT yang menjadi penggerak dari semua yang dilakukannya. Karena Allah sebagai motivasi dari semua yang dilakukannya, rasa penat, pedih, duka dan hinaan baik dari lawan maupun mereka yang masih seiman namun memiliki phobia yang tinggi, tidak lagi menjadi hambatan yang bisa menghalangi jalan kebaikan yang diyakininya.
Hingga persoalan berskala nasionalpun, Habib Rizieq Shihab tak gentar harus berhadapan dengan ancaman petinggi negara. “Kalau saya mati, niscaya akan tumbuh seribu orang setelah saya.” Ujar penulis buku “Wawasan Kebangsaan Menuju NKRI Bersyariah ini dalam sebuah pidato.
Habib Rizieq, tercatat sebagai lulusan Universitas Islam Internasional, Malaysia (2008) ini menjadi motivasi bagi umat Islam di Indonesia dan juga mancanegara. Kesabaran dan keberanin beliau bagai singa padang pasir itu menjadi sebuah motivasi bagi para ulama dunia.
Kemampuannya menggerakkan dan memimpin aksi damai 7 jutaan umat Islam lintas partai dan golongan pada 2 Desember 2016 menjadi sebuah bukti bahwa beliau bisa diandalkan untuk merekat kesatuan dan kekuatan Islam di Indonesia.[GF]

Comment

Rekomendasi Berita