by

Mr. Kan: Suatu Saat Nanti, Indonesia Akan Jual Tanah Sendiri

Mr. Kan Hiung, pengamat politik dan hukum.[Dok/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sejak puluhan tahun silam, semasa kakek saya masih hidup, setiap malam kakek saya suka dengar radio.  Waktu itu saya masih Anak2 berumur sekitar 10 tahun hingga saya dewasa 18 tahun. Saya ingat, kakek saya suka amati urusan fakta situasi dan kondisi politik, hukum, dan ekonomi dalam negeri.

Kakek saya sering kali berpesan ke anak cucu, kalian lihatlah dalam Bahasa Khek,  “Ngai Kho nen sit ngto anchong miang, ngi teu ngin liu chong ngan loi khon ho ho, he anyong hang fap, Phu – phu tham bu, he mo kai ko, cung jiu jit pu ngit, jiu kho nen jin ni chin chok Kkt thi phi”

Arti pesan kakek saya itu begini, umur saya mungkin tidak bisa sepanjang itu lagi, tapi sisa kalian lihatlah baik-baik, jika caranya tetap seperti sekarang ini begitu banyak korupsi dan atau KKN dan tetap tidak diperbaiki, maka suatu hari nanti, negara Republik Indonesia berpotensi potong tanah sendiri atau jual tanah sendiri.
Setelah saya mengamatinya, sejak saya mulai dewasa sampai sekarang umur saya sudah 38 tahun, saya melihat dan merasakannya, apa yang dipesan oleh kakek saya, kemungkinan besar berpotensi terjadi.

Salah satu alasan dari saya, pasca reformasi, Tampaknya utang luar negeri sudah tidak pernah bisa dibayar lagi, rejim Orba Pak Harto tinggalkan utang luar negeri sekitar Rp.551 triliun, dilanjutkan lagi lima Presiden Republik Indonesia, semuanya tetap menambah utang luar negeri.

Sebelum Presiden RI Joko Widodo adalah Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono meninggalkan utang Luar Negeri sebesar Rp.2.608,78 Triliun.

Kemudian sekarang rejim pemerintahan presiden Joko Widodo, hanya dalam waktu yang cukup singkat yakni tepatnya 3,5 tahun atau per Maret 2018 telah menambah utang luar negeri sekitar Rp.1.527 triliun, dan total utang luar negeri pemerintah Republik Indonesia Per Maret 2018 sekitar Rp.4.134 triliun.

Sedangkan keadaan ekonomi terus mengarah lebih buruk, sejak akhir tahun 2014 sampai dengan akhir 2017. Setiap bulan terjadi penambahan utang luar negeri rata-rata sebesar Rp.35 triliun per bulan.
Bulan February 2018 ke bulan Maret 2018 yang cukup mengejutkan, penambahan utang luar negeri sebesar Rp.101 triliun, hanya sebulan saja, jadi tampaknya pasca reformasi, negara terus mengalami kemunduran yang berpotensi mengarah kehancuran.

Semua kejadian ini pasti ada yang salah, sehingga harus diperbaiki. Solusinya, baca judulnya “Mr.Kan : Hanya Ini Caranya Selamatkan Negara Dari Jurang Kehancuran, Action Action Action.”




Mr.Kan Pengamat Hukum Dan Politik.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − 9 =

Rekomendasi Berita