by

Wisuda SMPN 17 Tangsel Berlangsung Meriah Namun Wali Murid Pusing Masuk SMA

Wisuda SMPN 17  Parung, Tangsel.[Dok/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, TANGSEL – Pelepasan siswa kelas IX  SMPN 17 Pamulang, Tangerang Selatan yang diadakan di Gedung Garuda Pusdiklat Kemendikbud, Selasa 8 Mei 2018 berlangsung Meriah. 

Acara pelepasan siswa kelas IX tahun ajaran 2017-2018 terdiri dari 9 kelas kurang lebih 300 siswa dinyatakan lulus semua. 

Pada acara pelepasan tersebut dihadiri pula oleh pejabat dari dinas pendidikan Tangerang Selatan,  yang diwakili oleh Pak Taryono, Kepala  Sekolah SMPN 17 Bapak Drs. H. Hermanyandana, M.Pd , Dewan Guru dan para orang tua/wali murid. 

Acara diisi nyanyian dan tarian dari siswa siswi, drama dengan bahasa Inggris,  pemutaran video dokumentasi siswa-siswi Kelas IX SMPN 17 dengan backsound lagu Sheila On 7 berjudul “Kisah Klasik Untuk Masa Depan.”

Para Siswa Siswi SMPN 17 akan meneruskan ke SMA DAN SMK.  Namun di Tangerang Selatan sangat kurang SMK Negeri yang bermutu dan ini menjadi PR serius bagi Pemerintah Daerah Kota Tangerang Selatan.

Heru BosBro salah seorang wali murid di SMPN 17 saat menemani wisuda putrinya.[Dok/radarindonesianews.com]
“Aku mau meneruskan ke SMK jurusan Boga karena aku suka memasak dan ingin punya Cafe atau Resto nantinya.” ujar Herdifa Nabila siswi kelas 9.9 yang merupakan adik dari Herdefa Nabila yang juga Lulusan SMPN 17 PAMULANG. 

Sejak dipimpin Walikota terpilih Ibu Airin SMPN 17 memang bebas uang pangkal dan SPP. 
Orang tua siswa/ siswi hanya dipungut biaya bulanan seikhlasnya karena biaya dari pemerintah dan dana BOS tidak mencukupi operasional dan mendukung kegiatan siswa. 

Orang tua siswa kini dupusingkan sulitnya masuk SMA NEGERI di Pamulang karena jumlah sekolahnya yang tidak memadai.  

Sudah seharusnya baik Pemerintah Pusat dan Pemda Banten serta pemerintah kota Tangerang Selatab memikirkan menambah sekolah SMA NEGERI DAN SMK NEGERI di kawasan Tangerang Selatan khususnya Kota Pamulang agar makin banyak siswa lulusan SMP bisa diterima di SMAN/SMKN.

Khawatirnya jika jumlah Sekolah Menengah Atas kurang memadai dan tidak menampung lulusan SMP maka dikhawatirkan terjadi praktek jual beli Kursi di SMAN dan tentunya,  ini akan memcoreng wajah pendidikan di Tangerang Selatan Banten.

“Saya berharap makin banyak SMAN dan SMKN di Pamulang, karena Pamulang kota berkembang tiap tahun penduduknya bertambah sangat pesat, jadi Pemerintah harus menyediakan sarana pendidikan yang baik di Tangsel baik tingkat SD,  SMP hingga SMA/SMK bahkan Perguruan Tinggi Negeri.” kata Heru BosBro warga Gria Jakarta Pamulang.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + 4 =

Rekomendasi Berita