by

Musibah Terus Melanda Saatnya Muhasabah

-Opini-13 views

 

Oleh: Eva Rahmawati, Aktivis Muslimah

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Banjir yang melanda Sintang, Kalimantan Barat dan sejumlah wilayah sekitarnya belum menampakkan tanda-tanda surut. Padahal hampir 4 pekan wilayah tersebut terendam banjir.

Dari pantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga saat ini banjir masih menggenangi 12 kecamatan di Sintang Kalimantan Barat.

Akibatnya, 10.381 kepala keluarga atau 33.221 jiwa warga saat ini masih bertahan di lokasi pengungsian yang tersebar di sejumlah titik. (Kompas.com, 15/11/21).

Banjir juga melanda daerah Aceh Utara. Merendam 30 desa di empat kecamatan dengan ketinggian berkisar 30 centimeter hingga 1,5 meter. (Republika.co.id, 17/11/21).

Sebelumnya, bencana tanah longsor juga terjadi di beberapa wilayah. Salah satunya di dataran tinggi Bukit Menoreh. Tanah longsor terjadi Senin, 15 November 2021 sekitar pukul 12.00 WIB.

Musibah Isyarat Cinta Sang Pencipta

Musibah yang datang adalah isyarat cinta Sang Pencipta pada hamba yang lemah. Musibah bentuk teguran, mengingatkan hamba-Nya bahwa ada yang salah dalam mengatur kehidupan dan lingkungan.

Realitasnya dapat dilihat dan dirasakan kerusakannya. Merata hampir di seluruh wilayah negeri. Wajar jika kemudian, musibah seolah tak kunjung henti.

Hal ini sebagai dampak dari mengabaikan hukum-hukum Allah SWT. Sistem buatan manusia yakni Kapitalisme Sekularisme yang justru diterapkan.

Sistem kehidupan yang menafikan peran agama dalam mengatur kehidupan. Alhasil, aturan yang dibuat hanya menguntungkan para kapital dan korporasi. Hal ini bisa dilihat dari produk hukum yang dihasilkan memberikan keleluasaan individu atau kelompok baik lokal maupun asing menguasai SDA.

Maka, ketika pengelolaannya diserahkan kepada individu atau kelompok, yang dipikirkan hanya keuntungan. Tak peduli dengan kerusakan alam yang ditimbulkan.

Akhiri Musibah dengan Taubat

Musibah-musibah yang terjadi dirasakan oleh semua makhluk. Bukan hanya manusia tapi binatang dan tumbuhan pun terdampak. Maka, jika kita masih mempertahankan sistem rusak ini, dapat dipastikan kerusakan makin parah.

Untuk itu, musibah yang terjadi semestinya menyadarkan kita semua untuk bersegera kembali ke jalan yang diridai Allah SWT.

Dengan mengakhiri dan meninggalkan sistem rusak buatan manusia, yakni Sistem Kapitalisme Sekularisme.

Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an surat Ar Rum ayat 41, yang artinya telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena ulah tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Wallahu a’lam bishshowab.[]

Comment

Rekomendasi Berita