Muslim Arbi: Aksi Mahasiswa Dan Matinya Media Mainstream

Berita746 Views
Muslim Arbi, Ketua Garpu, Gerakan perubahan.[Dok/pribadi]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Beberapa hari belakangan, mahasiswa di berbagai kampus di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Jawa lakukan aksi sebagai tanda protes terhadap rezim Jokowi. Aksi demontsrasi mahasiswa di berbagai kampus di Jakarta dan di depan Istana negara tersebut murni suara mahasiswa.
Rakyat menyambut dengan gembira suara-suara yang disampaikan mahasiswa. Karena belakangan ini mahasiswa jarang tampil ke ruang publik mengkritisi kebijakan dan arah pemerintah yang dirasakan sangat menghimpit kehidupan rakyat.
Sebelum mahasiswa turun ke jalan, merangsek gedung DPRD dan berteriak di depan istana presiden, sejumlah emak-emak peduli terhadap kehidupan bangsa dan negara yang tergabung dalam barisan emak-emak atau BEM aksi di depan istana tentang mahalnya harga-harga bahan pokok dan kenaikan BBM, listrik dan pajak. Emak-emak dari berbagai daerah juga satroni KPU dan mendesak Jokowi mundur dari jabatan presiden karena sudah menjadi Capres.
Lalu aksi emak-emak ini membuat publik bertanya kemana mahasiswa? Mengapa bukan mahasiswa yang turun ke jalan, kok emak-emak justru yang demo? Pertanyaan dan desakan publik itu kini terjawab sudah.
Mahasiswa sudah bergerak mengkritisi Jokowi bukan saja pada soal rupiah dan lemahnya ekonomi, tapi Jokowi-JK dianggap gagal dan harus turun.
Meski suara mahasiswa sudah menggaung di berbagai penjuru negeri via medsos dan hanya tampak pada TV tertentu saja, sedangkan TV lain dan media mainstream lainnya tidak memberitakan. Seolah tidak terjadi apa-apa di negeri ini. Bisa saja karena media-media mainstream yang tidak memberitakan demo mahasiswa itu sudah menjadi pengabdi istana.
Itu pertanda media-media itu bukan lagi sebagai instrumen demokrasi. Media-media itu sudah menjadi alat oligarki kekuasaan. Itu pertanda media-media itu patut diduga masuk pada persekongkolan atas kejahatan terhadap demokrasi.
Mahasiswa, aktifis pergerakan dan rakyat umum juga tahu, meski media-media mainstream tidak memberitakan demo mahasiswa dan suara-suara kritis yang dilontarkan oleh para aktifis pergerakan tapi via media sosial dan media-media online.  Suara-suara mahasiswa dan aktifis pergerakan akan sampai juga ke rakyat dan publik.
Terus bergerak kaum mahasiswa, terus berjuang untuk perbaikan dan perubahan atas negeri ini. Kebenaran dan keadilan akan selalu bersama orang-orang yang terzalimi dan tertindas.[]

Comment