Nestapa Warga Gaza Rayakan Idul Fitri di Tengah Reruntuhan Kota

Opini745 Views

 

Penulis: Puput Hariyani, S.Si | Womanpreneur

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Di tengah kebahagiaan seluruh kaum muslimin di moment idul fitri masih menyisakan pilu bagi warga Gaza yang merayakannya di tengah reruntuhan gedung dan tenda darurat.

KompasTV melaporkan, kondisinya semakin mengenaskan, ketika Israel melarang warga Gaza melaksanakan salat Id di Masjid Al-Aqsa karena alasan pembatasan keamanan di tengah konflik dengan Iran.

Sebagaimana diwartakan Spirit of Aqsa, Idul Fitri tahun ini datang di tengah situasi kemanusiaan yang belum pulih. Blokade masih berlangsung, pengungsian belum berakhir, dan ratusan ribu warga tetap bertahan di tenda atau pusat penampungan dengan keterbatasan pangan, air, dan layanan dasar.

Suasana duka tersirat jelas di wajah mereka yang tak kuasa menahan air mata di antara bahagia menyambut kumandang takbir juga nestapa atas luka yang terus membara, kehilangan keluarga tercinta dan tempat tinggal. Namun mereka terus membangun satu keyakinan yang terpatri dalam dada juga doa yang yang tak terputus.

Meskipun “katanya” belum lama ini digagas sebuah dewan perdamaian (BoP) namun tidak berefek sedikitpun bagi keamanan dan perdamaian Palestina. Israel dan AS justru berfokus pada hegemoni kekuasaannya pada dunia. Mirisnya negara Arab teluk justru bersekutu dengan mereka dalam memerangi Iran dan melupakan derita Gaza.

Kondisi ini semestinya menjadi pengingat bagi kita bahwa apa yang dirasakan oleh saudara kita di Gaza semestinya juga kita rasakan.

Rasul Saw bersabda: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh; apabila salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut merasakan sakit juga dengan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Muslim dan Bukhari).

Ukhuwah Islamiyah harusnya menjadi pengikat bagi seluruh kaum muslimin di dunia untuk menggerakkan dan membebaskan penderitaan sesama muslim khususnya di Gaza.

Dengan apa? Dengan jihad fi sabilillah. Mengapa dengan jihad? Sudah berapa banyak jalan perundingan tapi tidak pernah mampu benar-benar menghentikan kekejian Israel.

Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa (At Taubah: 123).

Alquran mengajarkan kepada kita untuk berkasih sayang dan berlemah lembut kepada kaum muslim dan keras terhadap kaum kafir sebagaimana firman Allah dalam surat Al Fath: 29.

Hanya saja jihad tidak akan sempurna kecuali negeri-negeri muslim dikomando oleh pemimpin yang sama yang menerapkan hukum-hukum Islam secara menyeluruh. Yakni ketika mereka berada di bawah satu kepemimpinan global berdasarkan manhaj nubuwah. Wallahu ‘alam bi ash-showab.[]

Comment