by

Pemilu Damai 2018 dan 2019, FSTM Gelar Deklarasi Takmir Masjid Dan Ulama

Foto/Widhy/radarindonesianews.com
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Forum Silaturahmi Takmir Masjid (FSTM) menggelar acara deklarasi Takmir Masjid dan Ulama untuk Pemilu damai dengan tujuan mencegah praktek politik di masjid.

Representasi dari politisasi masjid yang sering terjadi adalah kampanye secara implisit maupun eksplisit dari pihak partai politik di masjid.

Ahmad Muslim selaku pengurus Forum Silaturahmi Takmir Masjid mengatakan bahwa Masjid di gunakan sebagai sarana ibadah jangan di.
Politisasi, apalagi ini tahun politik yang nanti tanggal 17 April 2019 akan di adakan pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.

Lebih lanjut Wakil  Syuriah PWNU DKI Taufik Damas menuturkan, deklarasi tersebut penting diadakan guna mengantisipasi praktek politik yang sering terjadi di masjid.

“Tidak pantas kalau ada kampanye , apalagi kampanye dalam rangka mendukung salah satu calon atau mendukung partai,” katanya Kamis (10/5/2018), di Aula Masjid Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara.


Kampanye politik di masjid, menurut Taufik, dapat memecah belah jamah. Bahkan hal itu bisa membuat jamaah malas datang ke masjid untuk beribadah.

Taufik juga mengatakan, antisipasi sementara yang dilakukan adalah melalui imbauan moral kepada pengurus-pengurus masjid.

“Karena kadang-kadang pengurus masjid itu mengundang seorang penceramah tadinya ya mungkin ceramah agama tapi begitu ceramah ternyata ada kalimat-kalimat ada ucapan yang mengarah kepada politik,” 

Terkait pengawasan, Taufik menegaskan masyarakat sebagai jemaat masjid dapat melakukannya sendiri.

Adapun pengawasan yang dapat dilakukan adalah dengan merekam praktek politik yang terjadi di masjid untuk dilaporkan kepada pihak yang bertanggung jawab.

“Kalau pengawasan mungkin melibatkan masyarakat. Masyarakat kalau ada yang mau, kalau ada kampanye-kampanye di masjid ya direkam saja. Kemudian dilaporkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengembalikan masjid kepada tempatnya,” katanya.

Hadir juga dalam acara ini yakni Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini, beliau  mengatakan takmir masjid harus waspada tentang problema terorisme yang ada.

Takmir masjid juga harus melakukan pengawasan yang cukup ketat di masjid-masjid terkait gerakan terorisme.[Widhy]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + 16 =

Rekomendasi Berita