by

Pemimpin Yahudi dan Kristen Ikut Prosesi Salat Jumat

RADARINDONESIANEWS.COM, WASHINGTON – Merespons meningkatnya kejahatan kebencian terhadap Muslim di Amerika Serikat, para pemimpin nasional Kristen dan Yahudi berkumpul di Masjid Muhammad di Washington, Jum’at (18/11), untuk menenjukkan solidaritas.

Mereka akan terlibat dalam prosesi Salat Jumat untuk menunjukkan kerja sama antaragama dan solidaritas, laman Iqra.ca melaporkan, Kamis (16/11) waktu setempat yang dikutip MINA.

Mereka juga menyerukan pemerintahan baru AS untuk melindungi kebebasan beragama dan membela kaum Muslim melawan kekerasan, kebencian, dan diskriminasi.

Para pemimpin, yang diorganisasikan oleh Shoulder-toShoulder, akan merilis sebuah pernyataan atau surat bersama menyerukan presiden terpilih Donald Trump untuk memegang janji yang ia sampaikan pada malam pemilihannya bahwa ia akan menjadi presiden untuk semua orang Amerika, termasuk komunitas Muslim.

Pemimpin agama non-Islam yang diharapkan akan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut antara lain Dr. Peter Vander Meulen dari Christian Reform Church, Pendeta Dr Carol Flett (Washington National Cathedral), Uskup Bill Gafkjen (Evangelical Lutheran Church in America), Rabbi Rachel Gartner (Georgetown University), Rabbi Jack Moline (Interfaith Alliance), Rabbi Esther Lederman (Union for Reform Judaism).

Sementara pemuka agama Islam yang dijadwalkan hadir adalah Azhar Aziz (Presiden ISNA), Imam Mohamed Magid dari ADAMS Center, Imam Talib Shareef dari Masjid Muhammad, dan masih banyak lagi.

Adapun dari pihak Shoulder-to-Shoulder akan hadir Catherine Orsborn. Didirikan pada 2010 oleh 20 lebih organisasi keagamaan, Shoulder-to-Shoulder adalah sebuah organisasi lintas agama yang didedikasikan untuk menghentikan fanatisme anti-Muslim. (MINA)

Comment

Rekomendasi Berita