by

Pemkot Depok Tanggulangi Sampah

Foto/mur/radarindoesianews.com
RADARINDONESIANEWS.COM, DEPOK- Kondisi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cipayung, Kota Depok saat ini over load. Lantaran itu, Pemkot akan optimalkan 32 Unit Pengolah Sampah (UPS), serta lakukan koordinasi pada Kabupaten Bogor terkait pemanfaatan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Nambo.

Walikota Depok, Muhammad Idris mengatakan perjanjian yang telah dibuat dengan Pemkab Bogor dan tiga kali direvisi diharapkan dapat segera terealisasi mengingat saat ini Depok membutuhkan hal itu. 

“Memang ketika dibuat MoU untuk pengelolaan sampah di TPAS Nambo bukanlah seseuatu yang tresier melainkan primer, dalam arti darurat,” katanya, Jum’at,(13/7)
Namun demikian, lanjut Idris, akhir tahun ini akan diupayakan Depok bisa membuang sampah 200-500 ton per hari ke TPA Nambo. 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan Kota Depok, Etty Suryahati mengatakan, saat ini Depok punya 32 UPS yang bisa di optimalkan. UPS ini bekerja untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos maupun cair serta mengolah sampah plastik untuk dijadikan barang bernilai ekonomis, di Balai Kota.

Untuk mencegahan pembuang sampah liar, pihak DLHK intens melakukan monitoring dengan menurunkan Tim Buru Sergap kebersihan dibeberapa lokasi. DLHK juga memiliki Tim Jaga Gonda yang bertugas melakukan monitoring kebersihan, khusus di jalan Margonda.
”Tim Buser dan tim Jaga Gonda kami rutin melakukan monitoring dilokasi rawan pembuang sampah liar. Sanksi Tipiring akan diberikan terhadap mereka yang tertangkap tangan ”, jelas Etty.

Pihak DLHK akan terus upayakan komunikasi dengan Provinsi Jawa Barat agar pengoperasian TPAS Nambo segera direalisasikan. Dengan beroperasinya TPAS Nambo dapat mengurangi volume sampah sebesar 1200 ton perhari yang masuk di TPAS Cipayung.
Menangani longsor sampah yang terjadi di kali Pesanggrahan, Pasir Putih dan lokasinya bersebelahan dengan TPA Cipayung, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok telah berkomunikasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC ).

“Kami sudah berkomumikasi dengan BBWSCC mengenai masalah pengerukan kali Pesangrahan yang mendangkal, akibat longsoran sampah TPA Cipayung, kata Kepala Dinas DPUPR Kota Depok, Manto.
Berkaitan penunjang kesehatan warga, Pemkot Depok melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT ) Puskesmas Cipayung memiliki program pengobatan gratis untuk pekerja dan warga di sekitar TPA Cipayung. Pemkot juga memfasilitasi warga dengan sarana dan prasarana air bersih, untuk kepentingan masyarakat. (Mur)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + ten =

Rekomendasi Berita