by

Pemuda Pancasila DKI Jakarta Gelar Bukber dan Santunan Anak Yatim

Ketua DPD PP DKI, Thariq Mahmud, S.H.[Harto/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA –  Memperingati hari Lahir Pancasila 1 Juni, Pemuda Pancasila DKI Jakarta mengadakan acara memperingati hari lahir Pancasila sekaligus mengadakan buka puasa bersama dengan 700 anggota Pemuda Pancasila yang hadir serta santunan kepada anak yatim piatu yang bertempat di Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Provinsi DKI Jakarta, di rumah MPW Pemuda Pancasila Provinsi DKI Jakarta Graha Pejaten, Komplek Dinas DKI No. 9, Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (1/6/2018).

Dalam acara tersebut, hadir Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pusat PP Yapto S. Soerjosoemarno, Darwis Kepala Kesbangpol DKI Jakarta, Brigjen Heriyanto Saputra sebagai Kasdam Jaya dan Ketua MPC PP, TNI serta Perwakilan dari Polda Metro Jaya.

Ketua DPD PP DKI Jakarta Thariq Mahmud memberikan santunan kepada 100 anak Yatim dan kaum dhuafa.

Ketua MPW Pemuda Pancasila DKI Jakarta, Thariq Mahmud mengatakan, hari ini tepat di tanggal 1 juni dimana 73 tahun yang lalu Pancasila digemakan oleh Soekarno di depan Sidang BPUPKI yang kemudian ditetapkan sebagai Ideologi Bangsa pada tanggal 18 Agustus 1945.

“Di sidang BPUPKI itulah pancasila ditetapkan sebagai philosofische grondslag atau bisa di katakan sebagai dasar filosofi bagi bangsa Indonesia. Namun, dalam perjalanannya pancasila sebagai philosofische grondslagnya banngsa Indonesia makin jauh dari semangatnya.” ujar Thariq.

Thoriq menbahkan nilai-nilai Pancasila juga semakin menjauh ke akar rumput. Ini menjadi tugas kita bersama untuk mengembalikan marwah pancasila sampai ke tingkat masyarakat paling dasar

Kita sebagai Pemuda Pancasila akan berdiri di garda terdepan untuk mengawal Pancasila dan kesatuan NKRI. “Untuk memberikan edukasi kita mensosialisasikan nilai-nilai luhur penting yang ada didalam makna Pancasila kepada masyarakat seluruh masyarakat Indonesia dengan kembali berpedoman kepada UUD 1945.” imbuhnya.

Ia juga mengungkapkan, dalam praktik politik dan kenegaraan saat ini, sistem politik Indonesia hanya mempergunakan pancasila sebagai tameng tapi justru hakikat dari pancasila khususnya sila ke-4 yang berbunyi ‘Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan’, justru sudah kehilangan substansinya bahkan musyawarah mufakat sudah digantikan dengan votting.

Maka dari itu, Thariq menyebut pihaknya akan terus berusaha mengembalikan UUD 1945 ke aslinya.

“Kami juga sadari, pancasila sebagai pondasi negara dan pandangan hidup negara sudah di pastikan harus ikut dalam dialektika peradaban dunia. Namun harus tetap tangguh dan berdiri kokoh sebagai dasar filosofis bangsa Indonesia yang akan terus berkembang dan tak pernah berhenti pada tiap detik dan waktunya,” ujarnya.

Thariq menegaskan, pihaknya tidak mentolerir adanya paham-paham yang hendak merongrong pancasila. Terlebih, jika upaya-upaya itu dilakukan dengan jalan radikalisme. “Kita tidak akan biarkan ideologi manapun merongrong pancasila,” katanya.

Kasdam Jaya, Brigjen Herianto Syahputra yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, sejatinya pancasila harus menjadi roh sebagai jati diri pribadi bangsa. “Sebagai dasar negara, pancasila didesain sebagai rujukan bagi segenap warga negara. Namun pemaknaan nilai luhur yang terkandung dalam pancasila kini mulai luntur. Seperti radikalisme yang ada,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut sempat dibacakan deklarasi bersama para anggota PP yang hadir. Dalam mensikapi Pemuda Pancasila bahwa PP DKI bersama Polri dan TNI siap mengamankan Kamtibmas jelang Pileg dan Pilpres 2019. Kemudian dalam Harkamtibmas Pemuda Pancasila bersinergi dengan Polri dan TNI untuk mensukseskan Pileg dan Pilpres 2019 aman dan damai. PP menolak keras radikalisme maupun segala jenis bentuk rasisme terhadap etnis lain.(hrt)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven − three =

Rekomendasi Berita