RADARINDONESIANEWS.COM, SUKABUMI — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” menjadi momentum refleksi bagi insan pers di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Sukabumi.
Pers dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas informasi sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap daerah.
Penasehat PWI Kabupaten Sukabumi sekaligus Penasehat SMSI Sukabumi Raya, Aam Abdul Salam, menegaskan bahwa pers saat ini tidak lagi sekadar menyampaikan informasi, tetapi turut menjadi faktor penentu dalam menjaga iklim ekonomi daerah.
“Pers yang sehat akan melahirkan informasi yang kredibel. Informasi inilah yang menjadi dasar kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di suatu daerah, termasuk Kabupaten Sukabumi,” kata Aam, Kamis (5/2/2026).
Kabupaten Sukabumi, yang merupakan wilayah terluas kedua di Pulau Jawa dan Madura, memiliki potensi besar di sektor pariwisata, pertanian, hingga industri manufaktur. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan pemberitaan yang objektif dan berimbang agar dikenal luas oleh publik dan pelaku usaha.
Menurut Aam, pemberitaan mengenai pembangunan infrastruktur strategis seperti Jalan Tol Bocimi memiliki dampak signifikan dalam membangun persepsi positif terhadap kemajuan daerah.
“Ketika pers memberitakan pembangunan infrastruktur secara faktual dan proporsional, itu menjadi sinyal kuat bahwa konektivitas wilayah terus membaik dan daerah ini serius membuka diri terhadap investasi,” ujarnya.
Selain promosi potensi daerah, pers juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kondusivitas sosial. Investor, kata Aam, sangat sensitif terhadap isu konflik, hoaks, dan ketidakpastian hukum yang beredar di ruang publik.
“Di sinilah pentingnya jurnalisme yang berpegang teguh pada kode etik. Pers harus menjadi filter informasi, bukan justru memperkeruh suasana dengan berita yang tidak terverifikasi,” ucapnya.
Meski demikian, Aam menegaskan bahwa dukungan pers terhadap iklim investasi tidak boleh menghilangkan fungsi kontrol sosial. Kritik tetap diperlukan agar pembangunan berjalan sesuai aturan dan berpihak pada masyarakat.
“Pers harus tetap kritis. Kritik yang konstruktif justru dibutuhkan untuk memastikan investasi memberi dampak kesejahteraan bagi masyarakat lokal dan tidak merusak lingkungan,” kata dia.
Memasuki 2026, tantangan ekonomi global dinilai semakin kompleks.
Kabupaten Sukabumi dituntut mampu bersaing dengan daerah lain dalam menarik investasi. Aam berharap momentum HPN 2026 yang digelar di Provinsi Banten menjadi pengingat bagi insan pers di Sukabumi untuk terus bertransformasi.
“Pers harus menjadi mitra strategis pembangunan daerah—mengawal kebijakan, menjaga stabilitas informasi, dan tetap berpihak pada kepentingan publik,” tuturnya.
Dengan pemberitaan yang edukatif, proporsional, dan bertanggung jawab, pers diharapkan mampu menjadi salah satu pilar penting dalam menggerakkan roda perekonomian Kabupaten Sukabumi menuju pertumbuhan yang berkelanjutan.[]











Comment