by

Pertama di Indonesia PP Iptek Selanggarakan Kid University

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pertama di Indonesia PP Iptek menyelanggarakan Kid University (univetsitas Anak-Anak PP Iptek) Indonesia Science Day (ISD) 2019 diadakan pada 25-28 April 2019 di Gedung PP-Iptek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Indonesia Science Day(ISD) 2019 menjadi salah satu sarana untuk mendorong pemberdayaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) sejak usia dini.
Melalui Indonesia Science Day, kita memberdayakan iptek sejak usia dini. Kita kemas dengan menarik sehingga mereka (pengunjung terutama anak-anak) datang,” kata Direktur Pusat M.Syachrial Annas 
Peragaan Ilmu Pengetahuan Teknologi (PP-Iptek) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristedikti) di 
Gedung PP-Iptek Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu (28/4/2019).
Direktur PP-Iptek M Syahrial Annas berharap dengan menyaksikan Indonesia Science Day, maka tumbuh kecintaan terhadap iptek dan memberikan inspirasi bagi anak-anak muda bangsa Indonesia untuk mendalami dan memajukan iptek di Tanah Air.
Pameran iptek tersebut menampilkan karya anak bangsa di berbagai bidang antara lain sektor pertahanan, pangan dan digital.
Untuk Hari keempat Minggu ini ISD menampilkan kegiatan yang kita sebut dengan kinder uni jadi anak Paud (Pendidikan Anak Usia Dini) datang disni kita kasih kuliah tentang pangan. Yang bawa kuliahnya Profesor memang ahli dibidang pangan, kemudian anak-anak itu kita ajak ke sawah kami. Pulang dari sawah kami kita wisuda dan sangat berkesan buat anak-anak. Tiap- tiap anak kita undang ke depan kita kasih toga untuk wisuda ungkap Syachrial.
Pertama di Indonesia kita selenggarakan Kid University PP Iptek (univetsitas Anak-Anak PP Iptek) dan ini jadi kegiatan rutin tahunan. Kita harapkan tiap tahun kita adakan paling tidak 3 kali setahun untuk anak Paud, Anak TK, Anak Klas 1-3 dan anak klas 4-6. Mereka akan kita wisuda seperti tadi mereka berkunjung ke sawah mereka lihat sawah kalau tidak begini mereka tidak cinta soal pangan tegas Syachrial.
Anak dsia Dini mau terlibat mau jadi seorang saintis bidang pangan. Kalau masih tergantung pangan dengan negara lain kalau tiba-tiba kita kena embargo pangan mati kita. Kita harapkan kita bisa swasmbada pangan. Dari awal anak didik sudah diajak bahwa harus kita kuasai pangsn kita Caranya sepeti ini tegas Syachrial.
Direktur PP-Iptek M Syachrial Annas, Harapannya sama dengan misi PP IPTEK kita, Mereka (anak-anak) menjadi seorang saintis khusus bidang pangan tapi lebih khusus lagi mereka kuasai bidang padi. Acara wisuda tadi semua tertarik termasuk orang tua mereka dan mereka tidak menyangka kita wisuda seperti ini dan mereka sangat terkesan sekali.
Jumlah peserta kali ini 50 anak dari 4012 paud di Jakarta. Yang baru kita sentuh 5 Paud/ TK dan masih ada 4007 TK/ Payd yang belum tersentuh.
Jadi anak-anak tadi bisa kita sebut genarasi google kit bukan lagi mileneal. Mereka sudah main HP, mereka nonton TV di Hp, mereka browsing tidak dibekali ilmu dasar tentang pangan dan mereka jangan hanya terkait high tech semetara perut tidak diurus. Tugas kami adalah anak anak tertarikan Sains kebetulan kita arahkan pada padi teknologi pangan khusus bidang padi.
“Sedang Profesor yang membimbing anak anak tadi adalah Doktor bidang pangan timnya Kementrian Pertanian dan Dosen di Univetsitad Pajajaran.” pungkasnya.[harto]

Comment

Rekomendasi Berita