by

Hanimatul Umah*: Game Online Perusak Generasi Milenial

Hanimatul Umah
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Candu game online menyerang generasi milenial. Kemajuan teknologi turut andil dalam mendulang jumlah pengguna. Ironisnya pemerintah seolah memfasilitasi. Terbukti dengan diselenggarakannya perlombaan piala presiden esports 2019. 
Olah raga elektronik atau esports menjadi sesuatu yang diperhitungkan oleh pemerintah. Bahkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi berpendapat esports harus mulai masuk ke kurikulum pendidikan untuk mengakomodasi bakat-bakat muda. (CNN Indonesia.com, 28/01/2019)
Dampak Negatif Game Online
Tak terhitung kasus gangguan jiwa dan kriminal akibat kecanduan game online. Contohnya, sepanjang tahun 2018 ada sepuluh anak di Banyumas didiagnosa mengalami gangguan mental akibat kecanduan bermain game online. Hal itu mengakibatkan mereka harus mendapat terapi di RSUD Banyumas (Merdeka.com, 11/10/2018).
Belum lagi pencurian uang yang dilakukan komplotan bocah di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Aksi nekat itu mereka lakukan lantaran kecanduan game online. Masih banyak lagi kasus kecanduan game online yang berefek negatif. Secara garis besar dampak negatif dari game online antara lain: kecanduan, menjadi pemarah, tidak memperdulikan lingkungan, menghabiskan waktu, dan membuat anggota tubuh lelah terutama mata dan tangan. 
Kecanduan game membuat anak hanya fokus memikirkan game. Awalnya hanya waktu luang saja, tetapi setelah sekian lama akan meluangkan waktu untuk bermain game online. Akhirnya mengalahkan kewajiban- kewajiban yang lain seperti menunda sholat, belajar dan lain-lain. Emosional anak juga akan terganggu ketika tidak mencapai kemenangan, sehingga mudah marah.
Bagai menelan pil pahit. Orangtua ingin mendidik anaknya menjadi generasi Islami dan beradab, justru jauh panggang dari api. Tugas orangtua zaman now cukup berat. Karena harus menjaga dan meriayah anaknya agar tidak terkontaminasi game online.
Saat ini kita masih hidup dalam cengkraman sistem kapitalis sekuler. Alih-alih pemerintah ingin meningkatkan potensi generasi bangsa, justru malah memfasilitasi dan mendukung kerusakan generasi. Terbukti beberapa waktu lalu diadakan kompetisi game online dengan meraih piala presiden. Negara hanya memikirkan manfaatnya saja tetapi tidak memikirkan pada generasi bangsa atas dampak negatifnya.
Solusi Masalah Generasi Akibat Game Online
Islam agama yang sempurna dan komprehensif melindungi generasi dari kerusakan yang diakibatkan media, khususnya game online. Juga mengatasi segala persoalan yang dihadapi manusia dengan solusi menyeluruh. Game online tak lepas dari kebiasaan generasi muda dalam pemanfaatan waktu luang. Ibnul Qoyyim Aljauziyah berkata: “Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal- hal kebaikan, pasti akan disibukkan dengan hal- hal yang batil “.
Rasulullah mengajarkan umatnya untuk mengerjakan lima perkara sebelum datang lima perkara. Salah satu di antaranya adalah mengerjakan amal di waktu senggang sebelum waktu sempit. Tidak menyia-nyiakan waktu karena waktu dan umur seseorang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Sang Pengatur kehidupan ini. Meskipun hal- hal yang sifatnya mubah dari segi hukum syara’ nya. 
Peran keluarga sangatlah penting. Orangtua harus  menanamkan kepada anaknya untuk senantiasa menghargai waktu, dan beramal saleh sesuai perintah Allah dan telah di contohkan Rasulullah. Harus bisa menjelaskan pada anak bahwa bermain game sama bahaya dengan narkoba, dapat menyebabkan kecanduan. Orangtua harus mengarahkan anak kepada pengetahuan nilai-nilai agama dan akidah Islam. 
Tak hanya keluarga dan masyarakat yang berperan menjaga akhlak generasi milenial. Tetapi Pemerintah juga ikut berperan dalam menjaga generasi bangsa.
Dalam khilafah Islam, Negara tidak akan membiarkan warga negaranya melakukan hal-hal yang melanggar hukum syara’. Negara mengatur kurikulum pendidikan berbasis aqidah Islamiyah. Kecanggihan teknologi tetap digunakan tetapi disesuaikan dengan undang- undang yang berlandaskan hukum Islam.
Dengan penjagaan dari keluarga dan peran serta negara melindungi generasi milenial berlandaskan hukum Islam, niscaya kerusakan generasi akibat game online akan teratasi. Semua tak akan terwujud tanpa adanya institusi Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah. Allahu’alam.[]
*Ibu Rumah Tangga

Comment

Rekomendasi Berita