by

Ponpes Al-Uswah gelar Tabligh Akbar Bahaya Syi’ah

Santri saat mendengarkan ceramah.[Sarwan/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, PEKANBARU – Semakin berkembangnya bahaya Syiah di Indonesia ini membuat Pondok Pesantren Al-uswah gerah dan
selenggarakan tabligh akbar dengan langsung menghadirkan syekh Mabruk dari Mekkah al mukarromah, bertempat di mesjid Raudhoh dengan tema “Syi’ah bukanlah Islam”


Hal ini langsung disampaikan oleh pimpinan Pondok Pesantren Al-uswah
Buya H.Ramli Abdul Hamid.Lc ketika diwawancarai terkait kegiatan yang
ditaja tersebut.


“Ya Syi’ah ancaman bagi masyarakat Sejarah lahirnya aliran syi’ah itu
menunjukan bahwa ia sangat mengancam keamanan karenan aliran ini
dirancang Abdullah bin Saba, seorang Yahudi. Mereka
juga mencaci para shahabat Nabi seperti Abu Bakar, Umar, Usman dan
menuduh Aisyah berbuat zina. Sejarah juga mencatat kekejaman mrk terhdp
ahlussunnah wal jamaah seperti mencuri hajar aswad, membunuh para jamaah
haji.” Kata H.Ramli Abdul Hamid kepada radarindonesianews.com, Minggu
(17/1).


Lebih lanjut dikatakan ust. Ramli, ajaran syiah ini dapat mengancam
ketenteraman masyarakat Indonesia, dirinya berharap pemerintah tegas dan
cepat memberi sikap karena mereka sekarang ini telah bertebaran di bumi
pertiwi indonesia ini.


“Ya kita telah mencatat keberadaan mereka seperti di Ppekanbaru, Kalimantan, Bandung dan di berbagai daerah lainnya mereka bebas
beraktifitas, dikhawatirkan akan merusak generasi dan masyarakat
kita. Oleh sbb itu Ponpes Al-uswah berusaha berbuat lebih cepat untuk
menjelaskan kepada santri dan masyarakat bahwa syiah adalah ancaman yang
paling berbahaya saat ini. Bahkan lebih berbahaya dari Yahudi dan Nashoro.”
jelasnya


Terakhir acara seperiti ini akan terus dilaksanakan di berbagai daerah
yang ada di Riau ini karena dapat memberi pencerahan kepada masyarakat.


“Perlu saya tegaskan bahwa paham rakyat Indonesia dan paham yang dianut
pemerintah dalam hal ini kementerian agama adalah ahlus sunnah wal jamaah,
sementara aliran Syiah itu pendatang dan bertentangan dengan undang-undang
dan adat istiadat di tengah masyarakat kita. Kami pun mengajak
pemerintah dan para ulama serta pengasuh pondok pesantren agar bersama
memberikan penyuluhan kepada masyarakat bahwa Syiah bukanlah Islam.” tutup
ketua DPW PBB Riau itu. (sar)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − twelve =

Rekomendasi Berita