by

Program Pertukaran Pemuda Australia Indonesia

Duta besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson.[Suroto/radar/indonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Program Pertukaran Pemuda Australia Indonesia atau Australia
Indonesia Youth Exchange Program telah berakhir untuk tahun ini. Program
ini merupakan inisiatif yang sangat penting dalam upaya memperkuat
hubungan warga-dengan-warga dalam kerangka hubungan Australia dan
Indonesia. Hal ini dikatakan  Laura Kamp, First Secretary, Media and Strategic Communication, Kedutaan Besar Australia di Jakarta melalui pres rilis yang disampaikan ke redaksi radarindonesianews.com, Jumat, (12/2/2016).
 

Australia
Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) menurut Laura Kamp telah berlangsung
selama 34 tahun dan diselenggarakan secara bersama-bersama antara
Pemerintah Australia dan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik
Indonesia.
 
Tahun ini ada total 36
pelajar, separuh dari masing-masing negara. Pelajar/pemuda Indonesia
menghabiskan waktu dua bulan di daerah pantai selatan dekat Sydney di
bulan November dan Desember dan pelajar/pemuda Australia
menghabiskan waktu dua bulan tinggal bersama keluarga Indonesia
di Pontianak. 
 
Sejak program ini dimulai,
sudah ratusan pelajar atau pemuda Australia dan Indonesa yang
berpartisipasi.  Program AIYEP memberi peluang yang sangat penting bagi
anak-anak muda dari Indonesia dan Australia untuk bisa
mengapresiasi budaya dan cara hidup masing-masing bangsa.
 
Tautan di bawah ini
merupakan rekaman video yang menampilkan peserta pertukaran
pemuda atau pelajar Australia -Indonesia yang dengan kompak membawakan Tari
Saman. Penampilan yang mengesankan ini dibawakan dalam acara resepsi
pada Selasa petang di Kediaman Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul
Grigson.[GF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 − five =

Rekomendasi Berita