Proyek Board of Peace antara Membangun Resort di Atas Luka dan Ranjau Adu Domba

Berita732 Views

 

Penulis: Hawilawati, S.Pd | Muslimah Permata Umat

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Dunia internasional hari ini tengah digiring pada sebuah narasi besar bernama Board of Peace (BoP). Di balik janji manis rekonstruksi Gaza yang luluh lantak, tersimpan sebuah strategi geopolitik yang sangat rapi, sistematis, dan berisiko tinggi bagi kedaulatan negeri-negeri Muslim.

Jika kita tidak menggunakan kacamata tajam untuk membedahnya, kita mungkin akan terjebak dalam euforia “pembangunan” yang sebenarnya adalah sebuah makar besar untuk menjinakkan perlawanan umat.

1. Paradoks Pendanaan: Korban Membiayai Penjajahan.

Visi yang diusung oleh Amerika Serikat melalui proposal ini seolah menempatkan mereka sebagai pahlawan kemanusiaan. Namun, jika ditelaah lebih dalam, AS sama sekali tidak berniat mengeluarkan dana besar dari kantong mereka sendiri.

Berdasarkan data pergerakan dana internasional, biaya fantastis untuk proyek BoP ini justru dibebankan kepada negeri-negeri Muslim yang tergabung sebagai anggota tetap.

Setiap negara anggota permanen sebagaimana diungkap Al Jajeera diperkirakan harus menyetorkan dana kolektif yang mencapai Rp118 triliun ($7 miliar), atau setara dengan Rp16,8 triliun per negara.

Ini adalah ironi tingkat tinggi: negeri-negeri Muslim dipaksa membiayai pembangunan di atas tanah saudara mereka sendiri, namun kendali atas dana tersebut tetap berada di bawah otoritas yang berpusat di Washington dan Tel Aviv.

Kondisi ini mengingatkan kita pada sabda Rasulullah SAW mengenai umat Islam yang banyak jumlahnya namun kehilangan taringnya alias busa di lautan.

“Kalian pada saat itu banyak, tetapi kalian seperti buih di lautan…” (HR. Abu Daud). Kita memiliki dana, namun hanya menjadi pengikut skenario asing.

2. Komodifikasi Gaza: Bisnis di Atas Tanah Syuhada

Transformasi Gaza yang ditawarkan dalam cetak biru BoP bukan sekadar rehabilitasi fisik, melainkan upaya komodifikasi tanah suci secara brutal. Arsitek di balik master plan ini adalah Jared Kushner, menantu Donald Trump sekaligus pemain besar kapital global real estate.

Kushner di laman The New York Times, 15/02/2026), secara terbuka menyebut bahwa garis pantai Gaza memiliki potensi nilai properti yang sangat tinggi jika “dikelola” dengan benar.

Rencana pembangunan 400.000 unit hunian mewah dan resort komersial di sepanjang pesisir Gaza adalah strategi penjajahan ekonomi. Dengan mengubah wajah Gaza menjadi “Dubai mini” yang dipenuhi investasi asing, entitas global berusaha menjinakkan militansi rakyat.

Ketika tanah perjuangan berubah menjadi kawasan bisnis, setiap upaya perlawanan rakyat Gaza di masa depan akan dicap sebagai “gangguan stabilitas ekonomi” yang melegitimasi penindasan demi keamanan investasi sebagaimana digulis Middle East Eye (21/02/2026).

Allah SWT mengecam pembangunan yang hanya mengejar kemegahan duniawi tanpa keberpihakan pada kebenaran:

“Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermegah-megah, padahal kamu tidak menempatinya?” (QS. Ash-Shu’ara: 128)

3. Pangkalan Militer Permanen: Mata-Mata di Tanah Suci

Rencana BoP seperti dilaporkan cnnIndonesia (20^2/2026) mencakup pembangunan pangkalan militer raksasa di Gaza Selatan seluas lebih dari 350 hektar yang mampu menampung hingga 5.000 personel.

Laman sindonews (20/2/2026) menegaskan bahwa fasilitas ini bukan sekadar barak, melainkan pusat komando yang dilengkapi 26 menara pengawas lapis baja dan sistem surveilans canggih.

Pangkalan ini membuktikan bahwa wilayah Gaza akan terus dimatai-matai dan dikontrol secara permanen. Hal ini selaras dengan upaya mereka untuk terus memantau gerak-gerik pejuang agar tidak lagi ada perlawanan yang mengancam eksistensi penjajah.

4. ISF dan Politik Adu Domba (Devide et Impera

Potensi bahaya yang paling nyata seperti diungkapkan – terletak pada pembentukan International Stability Force (ISF) berjumlah 20.000 personel yang mayoritas dikerahkan dari negeri Islam.

Dalam antara (24/2/2025), Indonesia disebut akan berkontribusi mengirimkan sekitar 8.000 personel TNI dan diberikan posisi sebagai Wakil Komando ISF (Antara News, 24/02/2026)

Di sinilah perang urat syaraf dimainkan. Dengan menempatkan tentara Muslim di garda terdepan, AS menciptakan perisai hidup.

Jika rakyat Gaza melakukan perlawanan defensif karena merasa kedaulatannya dirampas oleh proyek BoP, maka bukanlah tentara Israel atau AS tapi TNI-lah yang harus berhadapan langsung dengan mereka.

Sementara itu, markas besar operasi ISF justru berlokasi di Kiryat Gat, Israel, memastikan koordinasi tertinggi tetap berada dalam pengawasan pihak yang selama ini menduduki Palestina.

Allah SWT melarang kita cenderung kepada mereka:

“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka…” (QS. Hud: 113)

5. Terjebak Menjadi “Pion” Strategi Global

Posisi Indonesia sebagai wakil komando hanyalah kosmetik diplomasi. Tanpa kedaulatan penuh bagi rakyat Palestina atas proyek ini, tentara yang dikirim hanya akan berakhir menjadi.

“satpam” kawasan industri dan resort mewah, bukan pembela kaum tertindas. Ini adalah strategi mencaplok tanah Gaza dengan kekuatan ekonomi setelah kekuatan militer Israel gagal total selama puluhan tahun. Kita harus waspada agar tidak terjebak dalam lingkaran loyalitas atau hanya menjadi pion strategi global (al-wala’ wal bara’):

“Barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka sebagai wali, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka…” (QS. Al-Ma’idah: 51).

Bagi umat Islam, ini adalah peringatan keras. Kita tidak boleh membiarkan para pemimpin negeri buta oleh janji pembangunan sehingga secara tidak sadar menjadi pelayan bagi kepentingan kaum zalim.

AS mencoba melakukan strategi kekuatan ekonomi dengan menjadikan negeri-negeri Islam sebagai pionnya.

Ya Allah, mereka membuat makar yang membuat pemimpin negeri buta hingga menjadi pelayannya. Engkau Maha Hebat dan pembuat makar yang lebih dahsyat dari manusia zalim dengan keserakahannya.

Maka gagalkan dan turunkan kekuasaan-Mu terhadap manusia zalim ini ya Allah. Sadarkan para pemimpin negeri agar berfikir jernih, cerdas, dan memiliki keberanian agar tidak mudah lemah diintervensi negara kafir.

Allah SWT telah mengingatkan kita dalam Al-Qur’an mengenai tipu daya musuh-musuh Islam:

وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

“Mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya (makar), dan Allah membalas tipu daya mereka. Dan Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (QS. Al-Anfal: 30).

Ya Allah selamatkan Gaza dan pendukungnya, dengan militansi dan generasi terbaik. Jagalah tentara negeri -negeri Islam dari perangkap kaum kafir, Turunkanlah pertolongan-Mu dan gagalkan setiap strategi jahat kaum yang telah terang-terangan menzalimi Islam. Amin ya Rabbal ‘Alamin.[]

Comment