by

Apek Saiman S.H, Ketua Tim Ekonomi Gotong Royong Masyarakat (T-EGROM)

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Situasi kebangsaan dewasa ini semakin
memprihatinkan dan diperparah dengan sistem perekonomian yang telah dikuasai kaum
kapitalis. Maka itulah grass root, masyarakat lapis bawah di Jakarta Utara  mewujudkan ekonomi Pancasila sebagai minatur bangsa Indonesia
dengan Ekonomi Gotong Royong Masyarakat (EGRM), Minggu (5/3).

Menurut Apek Saiman S.H, Ketua Tim Ekonomi Gotong Royong
Masyarakat (T-EGROM) mengemukakan dalam rangka menuntaskan persoalan
tersebut di atas, dirinya bersama dengan T-EGROM bakal upayakan
implementasi ekonomi gotong royong guna membangun masyarakat lebih maju
bermartabat menjalankan usaha ekonomi berdasarkan Pancasila.
“T-EGROM
dibentuk dari pemikiran dan pergulatan panjang perwakilan masyarakat
yang bercita-cita wujudkan perbaikan hidup, kemajuan ekonomi
masyarakat, bangsa dan negara berdasarkan Pancasila,” tukas Apek  di sela acara deklarasi T-EGROM., Minggu
(5/3).
Deklarasi T-EGROM
bertajuk,’Wujudkan Ekonomi Pancasila’ di bilangan Tanjung Priok, Minggu
(5/3) dihadiri perwakilan puluhan warga dari kalangan lapisan kelas
bawah, baik tingkat kelurahan dan RW (Rukun Warga) dengan suasana paguyuban’, tanpa muatan politis.
“Sesuai
dengan miniatur Pancasila yang akan kita bangun. Di mana diupayakan
dikawinkan antara masyarakat kelas bawah dan kaum pemodal.
Maka itu perlu dibuat ruang yang merupakan miniatur, agar ruang tersebut dapat dirasakan,” paparnya.
“Bukan
hanya dagang, namun bisa selesaikan membantu simpan pinjam, sembako murah, bahkan dengan KPR. KPR tanpa DP bisa, namun angsurannya
ditambah, dimana di dalamnya sekalian ada DP,” tukas ketua yang juga
merupakan pendiri Tim Ekonomi Gotong Royong Masyarakat (T-EGROM), 
Bagi
Apek, sebutan akrab Apek Saiman bahwa bentuk perjuangan ini merupakan
perjuangan ‘antitesis’ yang sudah dilaksanakan oleh pengusaha yang
notabene kalangan kapitalis, sedangkan ini dari masyarakat.”Bentuknya
nanti dapat berupa usaha paket kebutuhan keluarga, mikro dan usaha
membantu pengembangan di manajemem tingka para pelaku usaha masyarakat,
bahkan pula Kredit Perumahan Rakyat (KPR) bagi masyarakat yang
berkeinginan dijembatani,” jelasnya menekankan lebih mendalam lagi.
Sementara itu Didi Jubaedi S.H, selaku Koordinator Unit Usaha T-EGROM menjelaskan bahwa secara spesifik T-EGROM sebagai media
dan sarana guna menyusun, memecahkan permasalahan dan melaksanakan
terwujudnya program menengah ke bawah, kepentingan masyarakat bawah
untuk mendukung dan mengembangan agar bisa tercapai harapan hidup dan
kesejahteraannya.
“Ekonomi masyarakat kita tertindas, namun diusahakan tidak meminta minta lagi dengan keadaan seperti itu.” ungkapnya.
Upaya
menciptakan Ekonomi Gotong Royong, sambung Didi Jubaedi, dalam bentuk usaha ke depan nanti seperti kerjasama ekonomi dengan
koperasi Karyawan Patra Niaga, di mana harga beras dan minyak telah
diperoleh sumber (produsen) yang harganya bisa cukup bersaing dan
bermanfaat bagi masyarakat.
Kkemudian, papar Didi, bentuk lainnya yaitu usaha simpan pinjam, di mana
dalam meminjam lebih mudah dan tidak menyulitkan. “Setelah sembako
berjalan selang beberapa bulan ke depan, maka kita nanti akan kembangkan
usaha simpan pinjam dengan bunga cukup ringan bagi masyarakat.”
jelasnya.[Nicholas]

Comment

Rekomendasi Berita