by

Rina Tresna Sari, S.Pd: Ramadhan Momentum Wujudkan Dua Junnah

Rina Tresna Sari, S.Pd
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Allhamdulillah umat islam di seluruh dunia hari ini sedang melaksanakan ibadah shaum ramadhan, tentu yang di harapkan dari shaum kita adalah ketakwaan sebagai mana yang telah Allah Swt firmankan di dalam Quran surat Al-Baqarah (2) : 183.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ 
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Takwa berasal dari kata waqa yang berarti melindungi. Orang yang bertakwa berarti melindungi diri dari murka dan azab Allah Swt dengan cara menjalankan setiap kewajiban yang diperintahkan Allah Swt dan menjauhi setiap larangan-Nya. Takwa inilah yang menjadi ukuran apakah shaum kita berhasil atau tidak. 
Selama bulan ramadhan, shaum yang kita lakukan adalah junnah (perisai) untuk menciptakan ketakwaan itu. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw “puasa itu junnah(tameng atau perisai) “. 
Karenanya dengan shaum,syahwat kita dilemahkan karena tubuh kita juga dilemahkan.  Syahwat yang dilemahkan ini akan menghindarkan kita dari berbuat maksiat. Pada bulan ramadhan ini kita terkondisikan untuk jauh dari maksiat karena khawatir pahala shaum kita akan berkurang sia-sia. 
Ramadhan juga bulan juga bulan taqarrub ila Allah karena kita terdorong untuk banyak melakukan kewajiban dan amalan-amalan sunnah yang di perintahkan Allah Swt kepada kita. 
Namun ada satu lagi junnah(perisai) yang mutlak kita butuhkan,untuk menjaga kesholehan individu dan umat, karena hakekat takwa itu adalah mewujudkan ketaatan pada seluruh aturan islam baik terkait individu,keluarga,masyarakat,maupun negara.  yaitu khalifah.”seorang imam (khalifah) adalah junnah (tameng atau perisai),dibelakangnya umat berperang, dan kepada dirinya umat berlindung”[HR Muslim].
Dengan adanya khalifah yang menerapkan seluruh hukum syariah maka negara akan menjaga umat dari perbuatan maksiat. Negara tidak akan membiarkan perkara-perkara yang menyebabkan kemaksiatan berkembang seperti pornografi, hiburan yang mengumbar syahwat,dll.Semua akan dilarang dan di berangus oleh negara.sebaliknya,negara menciptakan berbagai sarana yang akan mendekatkan diri seorang muslim kepada Allah Swt. Negara mempermudah untuk melaksanakan sholat berjamaah, melaksanakan ibadah haji, dan menuntut ilmu. Membangun ketakwaan itu juga dilakukan dengan memberikan sanksi bagi pelaku kemaksiatan sehingga kemaksiatan tidak berkembang dan meluas. 
Khilafah juga sebagai pelindung umat dari kejahatan orang, kelompok atau negara lain yang menyakiti dan menindas umat. Khilafah tidak akan membiarkan ada warga negaranya baik muslim maupun non muslim disakiti apalagi dibunuh. 
Karena itu tidak sempurna ketakwaan kita, hingga tegak khilafah yang akan menerapkan seluruh syariah islam. Ditegaskan oleh ibnu Taimiyyah, “wajib menjadikan kepemimpinan itu, dengan menaati Allah dan Rasulnya termasuk dalam taqarrub yang paling utama. 
Selayaknya kita jadikan momentum shaum Ramadhan ini sebagai junnah yang akan mewujudkan ketakwaan kita, Kemudian kewajiban kita semualah untuk berjuang dengan ikhlas,kerja keras, dan istiqamah untuk menegakan kembali khilafah,yaitu mewujudkan kembali junnah(perisai)yang dapat melindungi umat dan mendorong ketakwaan kita. Allahu Akbar! Wallahu a’lam bish-shawabi.[]

*Praktisi pendidikan dan member akademi menulis kreatif

Comment

Rekomendasi Berita