![]() |
| Aksi demo K-WIP di depan kantor PT.Adira Finance, Nias.[Khristel/radarindonesianews.com] |
RADARINDONESIANEWS.COM, GUNUNGSITOLI – Sejumlah massa yang menamakan dirinya Komunitas Warkop Informasi Publik (K-WIP) Kepulauan Nias berunjuk rasa di kantor PT. Adira Finance Cabang Nias, Jalan Diponegoro depan eks terminal lama Kota Gunungsitoli, Selasa (25/07)
Pengunjuk rasa yang berjumlah puluhan orang tersebut, melakukan aksinya di bawah pengawalan pihak keamanan dari Polres Nias. Para pengunjuk rasa berorasi secara bergantian, menyampaikan tuntutannya kepada pihak PT. Adira Finance Cabang Nias.
Dalam orasinya, pengunjuk rasa mengatakan bahwa tindakan penarikan motor secara paksa oleh oknum debt collektor PT. Adira Finance Cabang Nias, sudah di luar batas kewajaran sehingga meresahkan masyarakat, karena saat berhadapan dengan nasabah, oleh debt collektor dengan gaya peremanismenya, merampas sepeda motor begitu saja bahkan tidak sedikit yang berakhir dengan pengancaman dan penganiayaan.
Difasilitasi petugas Polres Nias, pimpinan PT.Adira Finance Cabang Nias mendatangi pengunjuk rasa, guna menjawab apa yang menjadi tuntutan massa. Menurutnya, dari sejumlah tuntutan, tentunya butuh berbagai pertimbangan yang harus disampaikan dan dikomunikasikan dengan pihak atasan dalam perusahaan itu sendiri.
Merasa tidak puas dengan jawaban dari pimpinan PT.Adira Finance Cabang Nias, pengunjuk rasa melanjutkan aksinya ke kantor Pengadilan Negeri Gunungsitoli yang terletak di Jalan Pancasila, guna mempertanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan PT.Adira Finance dalam kepastian hukum dari sisi legalitas dari berbagai tindakan yang dilakukan oleh debt collektor Adira Finance.
Usai diterima Pengadilan Negeri Gunungsitoli, para pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib tanpa insiden apapun selama kegiatan berlangsung. Pendemo mengultimatum, apabila dalam kurun waktu 2×24 jam tuntutannya tidak diindahkan oleh PT.Adira Finance Cabang Nias, maka pengunjuk rasa berjanji untuk kembali dengan massa yang lebih besar lagi. (Kristel)












Comment