by

Selain Sebagai Pengacara, Tito Hananta,Aktif Bermasyarakat

Jurnalis Radar Indonesia News, Ayu Yulia Yang bersama pengacara kondang, Tito Hananta dan keluarga
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Do’a kedua orang tua memanglah sangat dahsyat. Mempu menghantarkan Tito Hananta Kusuma, S.H., MM menjadi seorang pengacara pilihan KPK dan sejumlah artis ternama. Dilahirkan dari seorang ayah alm. Drs. Purwahananto dan ibunda almh. Tapsari Purwahananto yang secara tidak langsung memberikan pendidikan kepada sang anak Tito ke Fakultas Hukum pada tahun 1995. Kemudian memang pada dasarnya Tito suka aktif bermasyarakat, dirinya mengikuti kegiatan kemahasiswaan. Tito lantas menemukan minat, bakat dan kemampuan menjadi seorang pengacara. Dia mengawali dengan mengikuti program magang di kantor pengacara terbesar di Indonesia, cukup besar di Internasional dan memiliki 130 cabang di dunia. Magang disana dirinya hampir setahun. Hal itu menjadi basic dasar baginya sekitar tahun 1998. Seperti disampaikan kepada salah satu jurnalis Radar Indonesia News, Ayu Yulia Yang pada (13/6) di salah satu mall yang terletak di Jakarta Pusat.
Setelah lulus magang, kemudian dirinya mulai merintis karir di salah satu kantor pengacara, Amir Syamsudin. Dirinya berguru kepada seorang pakar hukum perbankan no. 1 di Indonesia. Dirinya diajari cara menangani kasus hukum perbankan. Salah satu kasus hukum terkenal pada saat itu adalah kasus korupsi Bahana investasi. Itu menjadi kasus litigasi pertama di pengadilan untuk Tito belajar sebagai seorang pengacara muda. Sebagai seorang pengacara memang dia cenderung pemilih untuk spesialisasinya. Dirinya lebih cocok sebagai spesialis bidang tindak pidana korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Banyak memang pengacara muda bersaing sebagai pengacara generalis. Namun, memang itulah latar belakang buatnya akan daya persaingan dengan pengacara kondang senior. Dirasa akan mudah tergerus. 
Sadar diri akan level kemampuan, itulah menjadi aspek utama dalam memilih kasus yang ditangani oleh Tito. Kemudian memang Tito sempat menangani kasus salah satu artis Saiful Jamil. Menurutnya Saiful Jamil merupakan sosok yang rendah hati. Dirinya menceritakan awal mulanya. Dirinya menangani kasus tol cipularang. Dirinya dibantu oleh beberapa rekan. Kasusnya adalah perkara kecelakaan di tol cipularang. Berusaha secara mati – matian dan akhirnya terputus menjadi masa percobaan. Kemudian mengalami musibah dituduh melakukan suap, membela Saiful Jamil lagi, bukanlah suap tapi penipuan walaupun akhirnya menjadi putusan suap.
Kini cukup banyak mengenal Tito sebagai pengacara artis. Dirinya beberapa kali menangani kasus selebritis. Memang cukup banyak pengacara yang menginginkan menangani kasus selebritis. Banyak media tentunya yang meliput jikalau menangani kasus demikian. Disitu mendapat tantangan pula cara menjelaskan secara detail dan spesifik kepada media dengan baik. 
Sementara, dalam penanganan puluhan perkara korupsi terutama dalam lingkungan KPK, lebih dari 20 terdakwa korupsi di KPK, kesulitannya sungguh ironi. Ada benturan kepentingan diantara para tersangka dan saksi. Cara menyelamatkan diri masing – masing. Memang harus realistis dan menjaga kepentingan kliennya sebaik mungkin. Mendapatkan pembelaan yang adil dan Hak Asasi Manusia yang sesuai. 
Dirinya mengaku lebih banyak mendapatkan suka ketimbang duka. Baginya sudah passion menjadi pengacara. Cukup payah jika menerima ketidakpuasan dari klien. Memang harus mengajak diskusi. Perkara korupsi memang banyak mendapat konsekuensi dihukum. Kemudian harus bisa menjelaskan seberapa proporsional pemberian hukuman dan seberapa besar penerimaan didalam diri yang mendapat hukuman itu. Harus bisa membuat klien menceritakan secara terbuka untuk perkaranya.
Sisi lain dibalik Tito yakni adalah pernah menjadi aktivis bergabung dalam Pemuda Pancasila di daerah Jakarta Selatan dan ketuanya adalah sahabatnya yang memberikan kesempatan untuk aktif dalam organisasi. Selain itu dia juga mengajar di beberapa kampus diantaranya Binus, PPM dan Kalbe Farma. Kemudian dirinya juga mendirikan Jari Lawyer Club bersama Krisna Murti dan pengacara ternama lainnya. Menggunakan konsep rumah sakit untuk maju dan eksis bersama. Ada dokter jantung, paru, penyakit dalam dan sebagainya. [Ayu Yulia Yang]

Comment

Rekomendasi Berita