by

Setelah Bangkrut, Sevel Sisakan Tunggakan Utang 597 Miliar Rupiah

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Bos gerai 7-Eleven Charles Honoris yang Ahokers tulen masih harus bekerja keras untuk menyelesaikan tunggakan utangnya sekira Rp597 miliar kepada sejumlah bank meski usahanya sudah bangkrut.
Akhir Juni lalu, PT Modern Internasional Tbk resmi menutup seluruh gerai 7-Eleven (Sevel). Selain menutup gerai, Modern Internasional belum menentukan nasib anak usahanya, PT Modern Sevel Indonesia. Saat ini, Modern Sevel bahkan tercatat masih memiliki utang sekitar Rp 597 miliar kepada sejumlah bank.
Tidak ada informasi, apakah memburuknya kinerja Sevel yang akhirnya menjadi bangkrut itu ada hubungannya dengan keterlibatan sang bos (Charles Honoris) sebagai tim sukses Ahok dalam Pilkada DKI 2017. Mengingat, para usahawan yang saat itu terlibat mendukung Ahok langsung mendapatkan reaksi publik berupa aksi boikot.(Red; tampak dalam foto dari kiri kekanan, Charles paling kanan berkemeja putih)
Berdasarkan laporan keuangan Modern Internasional kuartal pertama tahun ini, total utang entitas anaknya, Modern Sevel Indonesia terdiri dari utang jangka pendek sebesar Rp238 miliar dan utang jangka panjang sebesar Rp358,72 miliar.
Direktur Utama Bank Mayapada Internasional Hariyono Tjahjarijadi menuturkan, hingga saat ini, pinjaman yang diberikan Bank Mayapada kepada Sevel masih berada dalam status lancar. Pasalnya, yang menjadi kreditur pinjaman adalah Modern Internasional, bukan Modern Sevel Indonesia.
“Kami memberikan fasilitas (pinjaman) ke Modern Group dan statusnya lancar,” ujar Hariyono kepada CNNIndonesia.com, akhir Juni lalu.
Dalam laporan keuangan Modern Internasional, sisa pinjaman Sevel pada Bank Mayapada tercatat sebesar Rp1,29 miliar dengan bunga sebesar 16,5 persen per tahun. Pinjaman tersebut, dijamin dengan hak tanggungan dari beberapa bidang tanah dan bangunan yang dimiliki Modern Sevel.
Selain Mayapada, Sevel juga masih memiliki sisa utang kepada Standard Chartered Bank Cabang Singapura sebesar Rp243,96 miliar, CIMB Niaga Rp187,6 miliar, dan Bank Mandiri Rp164,33 miliar.
Sementara itu, Modern Internasional (induk perusahaan Sevel) pada kuartal pertama tahun ini tercatat mengalami kerugian sebesar Rp477 miliar pada kuartal pertama tahun ini. Kerugian tersebut mencapai lebih dari separuh kerugian perseroan pada sepanjang tahun lalu yang mencapai Rp663 miliar. Adapun total aset perseroan tercatat sebesar Rp1,2 triliun pada kuartal pertama tahun ini. (maida)

Comment