by

Setelah Long March Buruh Akan Berenang Dari Lampung Ke Pulau Jawa

Amser (ketua konsolidasi SBSI), Muchtar Pakpahan (Ketu Umum SBSI), dan John (Kepala Humas SBSI)[Nico/radarindonesianews.com]
RADARINDOESIANEWS.COM, JAKARTA
– Besok, Rabu (22/2) 2017 setelah hari ke 33 aksi long march yang
digelar oleh ratusan buruh dalam pengurus komisariat Serikat Buruh
Sejahtera Indonesia (SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan – Pelindo dari FIKEP
SBSI Medan setiba di Lampung bakal menyeberangi Selat Sunda dengan
berenang ramai-ramai untuk mencapai pulau Jawa dan akan
melanjutkan aksi ke Istana Negara menemui Presiden Joko
Widodo.
Aksi unjuk rasa sebelumnya pada 2 Januari 2017 digelar pengurus komisariat Serikat Buruh Sejahtera
Indonesia (SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan – Pelindo dari FIKEP SBSI Medan
di kantor pusat PT Pelindo I jalan Krakatau Ujung, Medan Sumut berawal
dari respon atas tindakan Kopkarpel UPTK Belawan – PT Pelindo I secara
tiba tiba meminta semua buruh Kopkarpel untuk menandatangani perjanjian
kerja baru dengan perusahaan outsourcing lain bila masih ingin bekerja.
“Adapun
tuntutan tujuannya guna penyelesaian persoalan buruh yang selama
setahun lebih tak pernah digubris oleh Pemerintah, terkait
outsourching,” demikian ungkap Prof. Muchtar Pakpahan, Ketua Umum SBSI, Selasa (21/2).
Hal ini lanjut Muchtar, dikarenakan arogansi PT
Pelindo I yang merasa diatas hukum, dirasa tidak mau menyelesaikan
permasalahan ini melalui jalur hukum. Maka PT SBSI Kopkarpel UTPK
Belawan di PT Pelindo I, merasa satu satunya langkahnya adalah
mengadukan hal ini secara langsung ke Kementerian BUMN dan Presiden
Republik Indonesia di Istana Presiden Jokowi.
Muchtar Pakpahan
menyebutkan, persoalan dari pihak buruh PT Pelindo I bisa serupa
seperti PLN Sibolga itu di mana penetapannya tidak ada apa-apa, pada
dasarnya buruh yang tergabung dalam sebenarnya FIKEP SBSI tidak
berkeinginan mereka jalan kaki bila digubris oleh Pemeritah.
Seperti
diketahui bahwa Selasa lalu (15/2) pihak DPP SBSI bertemu dengan perwakilan Dirjen PHI kementerian Tenaga Kerja guna membahas
persoalan ini, ditambah lengkap dengan pengawas atas nama negara
perwakilan mewakili pihak Istana (Presiden), namun perwakilan dari buruh
Pelindo tidak ada yang hadir, begitupun dari Meneg-BUMN.
“Peserta yang berjumlah seratus orang
menetapkan akan berenang dari Bakauheni. Itu berbahaya, namun mereka
menyatakan tidak apa-apa karena bila kami mati akan diberitakan karena tidak diperhatikan oleh Presiden,” jelasnya.
Pada tanggal 27 Februari, Senin pekan depan akan
sama-sama tiba di Istana Pelindo V dan Pelindo IV. “Kalau memihak
buruhnya akan sukses. Di mana kawan yang belajar dari PHK itu,
kalaupun mungkin akan dicek kembali jika saudara saudara mau melihat,
kami mohon akan diberitakan, semoga tidak ada ikan hiu yang menerkam,”
tukasnya lagi.
“Supaya Presiden melihat dan
bersikap. Akan menyebrang dari Bakahueni berenang ke Merak. Dari Merak
nanti akan dijemput oleh Korwil Banten, dari Banten diantar sampai
keterbatasan. Lalu ada Korwil Tanjung Priok,” pungkasnya.[Nicholas]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 1 =

Rekomendasi Berita