Siti Rahmah: Menyatukan Jak Mania dan Bobotoh Semudah Kedipan Mata, Mungkinkah?

Berita1334 Views
Siti Rahmah, Penulis
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Nonton mata Najwa, membahas tentang duka sepak bola Indonesia yang senantiasa berulang. Korban berjatuhan dalam setiap eventnya bahkan sampai kehilangan nyawa sekalipun sudah sering terjadi.
Diskusi hanya untuk mencari siapa yang bertanggungjawab bukan lagi hal terpenting. Karena kasus ini sudah berulang kali terjadi dan pemecahan untuk masalah ini sudah berulang kali di bahas dalam berbagai forum, namun belum juga menelorkan hasil. 
Berbagai sudut pandang dikemukakan para ahli, mulai dari nota perdamaian, tanding persahabatan sampai pembekuan. Ketika semua itu ditempuh, lagi-lagi hal itu tidak membuahkan hasil.
Seolah upaya yang dilakukan mentah disetiap jalannya. Pergantian pengurus, pengawalan ketat aparat sampai ke lokasi pertandingan, sanksi yang berat sudah dicoba tapi lagi-lagi semua itu tidak mendulang hasil signifikan. Lantas upaya apa yang harus dilakukan?
Benarkah perdamaian sudah tertutup dan berkarat sehingga tidak mampu mengikat dua suporter besar ini dalam satu ikatan? Haruskah semua terlibat dalam menyelesaikan kasus suporter persepakbolaan Indonesia? Lantas siapa yang paling mampu berperan dalam menyelesaikan kasus ini?
Oke guys sebelum menjawab semua pertanyaan tersebut, terlebih dahulu coba kita tengok masa lalu yang memiliki kisah serupa supaya kita bisa mengambil pelajaran dan menuangkan solusi untuk masalah perseteruan dua suporter bola ini?
Kisah perseteruan dua kelompok besar itu pernah terjadi dimasa lalu, tepatnya di Yastrib sebelum penduduk tersebut mengenal dan memeluk Islam. Pertikaian dan permusuhan yang tak kunjung usai antara dua suku besar di Yastrib ini sudah terjadi selama berabad-abad.
Suku itu bernama Aus dan Khazraj, sepanjang sejarah mencatat bahwa dua suku tersebut senantiasa berperang tidak ada kata perdamian yang tersirat diantara keduanya.
Konflik yang tak kunjung usai, membuat mereka hidup senantiasa berada dibawah bayang-bayang pedang. Namun hal itu rupanya berubah ketika Islam mulai menyentuh mereka, dakwah mulai menyapa dan cahaya Islampun menerangi jalan mereka.
Kisah dimulai ketika dua pembesar tersebut sedang melakukan haji di Mekah maka kesempatan itu Rasululloh gunakan untuk menyampaikan Islam kepada kedua pemimpin tersebut.
Setelah mereka berdua menerima dakwah Islam kemudian Rasululloh mengutus seorang sahabat yang masih muda, sholih, bacaan qurannya bagus dan pemahaman Islamnya begitu menakjubkan. Dialah Musab bin Umair.
Musab bin umair akhirnya berangkat ke Madinah kota yang sebelumnya dikenal dengan sebutan Yatrib, untuk mendampingi para pembesar suku tersebut menyebarkan Islam disana.
Di Madinah Musab bin Umair  terus berdakwah berkeliling Madinah hingga tidak ada satu rumahpun yang tidak tersentuh dakwah Islam. Selama kurang lebih satu tahun Musab tinggal di Madinah, atas pertolongan Allah dan  kerja keras musab bin Umair pun berhasil megislamkan penduduk Madinah. 
Pada musim haji berikutnya Musab bin Umair pulang kembali ke Mekah untuk memberikan kabar gembira kepada Rasululloh tentang penerimaan dakwah dan masuk Islamnya penduduk Madinah. Melihat potensi besar untuk mengembangkan Islam di Madinah dan kemudian Allah swt  menurunkan  perintah hijrah kepada Rasulullah dan para sahabat.
Rasululloh akhirnya berangkat hijrah ke Madinah dengan sekelumit upaya penjegalan dari kafir Quraisy, namun akhirnya Rasululloh pun dengan perjuangannya berhasil hjrah ke Madinah.
Di Madinan hal pertama yang Rasululloh lakukan adalah membangun masjid sebagai pusat perkembangan dan mercusuar umat Islam, juga berfungsi sebagai tempat berkumpulnya dan bersatunya kaum muslimin. Hal berikutnya Rasululloh mempersatukan  dan mempersaudarakan kaum Anshor (yang terdiri dari dua suku besar yang senantiasa bertikai yaitu Aus dan Khazraj) dengan kaum muhajirin.  
Dalam langkah ini hakikatnya Rasululloh sedang melakukan integrasi antara pendatang dan tuan rumah. Hal ini bertujuan untuk untuk bisa saling menjaga dan melindungi saudar seakidahnya. Hal ini juga bisa memberikan gambaran betapa luasnya kasih sayang Islam dan kuatnya ikatan akidah yang bisa menyatukan dua musuh besar dalam satu tingkatan status dan gelar terindah yaitu anshor. Mereka dipersatukan dalam wadah Islam sehingga bukan hanya menerima musuh menjadi saudara bahkan lebih dari itu merekapun harus mampu menerima kaum pendatang (muhajirin) sebagai saudara bahkan harus melindunginya. 
Sehingga terciptlah diantara nya ikatan yang benar yaitu ikatan akidah. Ikatan kokoh yang tak mudah dihancurkan oleh sentimen kelompok dan kesukuan.
Selain itu Rasululloh pun senantiasa melakukan pembinaan kepada para sahabat dan generasi muda dengan pembinaan Islam. Pembinaan ini yang menjadikan penduduk dengan latar belakang tersebut menyadari tujuan hidupnya.
Pembinaan yang menyadarkan mereka akan hakikat keberadaannya. Dengan itu tidak ada lagi pertikaiana antara kedua kelompok besar tersebut. Akidah Islamlah yang mengikat mereka menjadi satu tubuh yang dalam kondisi waras tidak mungkin bisa menyakiti bagian tubuh yang lainnya.
Kiranya hal inipun perlu ditempuh. Karena kekuatan besar yang ada dalam suporter bola sejatinya adalah kekuatan besar generasi muda yang jika dikelola dengan benar maka bisa menghasilkan kebangkitan dalam ranah kehidupan bernegara.
Sehingga perlu ada upaya serius untuk merangkul mereka dengan langkah konkrit yang bisa membuat mereka menyadari hakikat dan tujuan hidupnya. Langkah itu adalah langkah pembinaan. Pembinaan dengan tujuan yang jelas untuk menyadarkan dan membimbing mereka menemukan jati drinya dan membentuk kepribadiannya 
Dalam pembinaan mereka bisa memahami siapa dirinya untuk apa dia hidup dan akan kemana. Jika masalah besar tu sudah mampu mereka pecahkan maka tujuan hidup sebagai manusia akan tergambar jelas sehingga tidak ada lagi langkah sia-sia yang dilakukan dalam hidupnya.
Tidak ada lagi sentimen golongan yang bisa menghilangkan nyawa orang lain dengan alasan sepele. Tidak ada lagi generasi yang mudah tersulut hingga memupuskan nalar sehatnya. Generasi dengan pembinaan yang benar dia akan menjadi penjaga kemulian manusia, menjaga jiwa, harta dan harga diri saudarnya. Diapun akan berdiri sebagai pengusung kebenaran untuk membawa  manusia ke tahap kemuliaan hidup. Kamukah itu?[]
Penulis adalah motivator remaja

Comment

Rekomendasi Berita