by

Sri Bintang Pamungkas: Rezim Jokowi Lemah Tapi Ada Kekuatan Di Belakang

Sri Bintang Pamungkas/[Dok.radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Di penghujung Maret 2017 telah dilangsungkan sesi diskusi terbuka di Rumah Kedaulatan Rakyat (RKR) Guntur49 digagas oleh Musyawarah Rakyat Indonesia, tepatnya di kawasan Setia Budi Jakarta Selatan dengan dihadiri perwakilan aktivis, budayawan, mahasiswa, buruh, maupun pemerhati sosial dan kemanusiaan.

Sri Bintang Pamungkas, aktivis lintas generasi semenjak era masa’66, Jatuhnya Rezim Orde Baru, Reformasi kembali ramaikan diskusi. Tokoh politik yang terbilang cukup keras mengkritik Pemerintah baru sepekan menghirup udara bebas pasca ditangkap dan ditahan oleh aparat kepolisian dengan tuduhan perbuatan permufakatan jahat atau kini santer dikenal dengan sebutan ‘Makar’.

Sri Bintang Pamungkas mengemukakan,”Saya dikira orang yang sangat berbahaya bagi rezim saat ini,” Ujarnya.


Menurutnya di satu pihak, rezim ini sudah mencoba menyiapkan diri masyarakat yang terkena gusuran.”Upayanya indikasinya dengan adanya teror, seperti dengan menangkap orang, bahkan jangan jangan rezim ini ingin melenyapkan orang Islam dan penduduk asli Indonesia pula ,” Ungkapnya.

Lebih lanjut, Sri Bintang utarakan kalau rezim acap kali melakukan teror, memang di satu pihak ada yang katakan Jokowi itu tidak ada apa-apanya.”Fenomenanya dengan melemahkan sendi sendi kehidupan politik, sosial,dan juga ekonomi,” Bebernya.

Bahkan, sambungnya, saat ini saja peng’kondisi’an hingga ke porsi ketakutan itu sudah dialami,.”Termasuk terhadap Habieb Rizieq yang dianggap telah mampu memimpin dan menggalang massa. Itu telah diakui ada semacam pelemahan, hingga yang dilakukan ketika aksi 411, 212 tidak sesuai dengan harapan,” Tukasnya.
 

Menurut Sri Bintang di satu sisi masyarakat tidak menginginkan massa itu tidak sekedar mengakomodir kepentingan Pilkada DKI Jakarta atau dalam rangka menghadapi ‘penista agama’ ini.
“Lalu bila Jokowi dianggap lemah, kok bisa menyebabkan hal yang menakutkan. Masa seorang habieb bisa takut ?,” Ucapnya penuh tanda tanya besar.

Ia pun mengutarakan, situasinya kini dalam rangka upaya menyelamatkan bangsa dan negara bukan hanya satu orang atau dua orang.”Namun mengapa ketakutan ini menjadi menyeluruh. Rezim Jokowi ini bisa dianggap lemah, namun di belakangnya ada kekuatan luar biasa,” Ungkapnya.

“Untuk itulah saya mengajak pada bangsa dan negara, bukan takut pada negara, namun takutlah saja pada Alllah. Begitu banyak orang sudah menulis, namun ketakutan masih terasa. Kekuatan besar itu dari orang-orang yang menyusup.” Urainya curiga.


“Nah, kalau benar menyusup berarti masuk dalam kelompok yang menginginkan memecah belah umat islam,” Pungkasnya.[Nicholas]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − eight =

Rekomendasi Berita