by

Sudah Tau Nama Para ‘Wartawan Senior’ yang ke Israel? Ini Dia Mereka

Para wartawan yang kunjung ke Israel
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sejumlah nama ‘wartawan senior’ Indonesia
yang melakukan ‘kunjungan kontroversial’ ke Israel, akhirnya terungkap
ke publik. Para jurnalis yang bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin
Netanyahu di Tel Aviv, Irasel tersebut berjumlah lima orang.
Diketahui pula kalau mereka dari media main stream Indonesia
pendukung Jokowi. Nama-nama yang berhasil dikenali antara lain James
Luhulima (Kompas), Margareta (MetroTV), Abdul Rakhim (Jawa Pos), dan
Tomi Aryanto (Tempo).
Kata sebuah pernyataan resmi situs Kementerian Luar Negeri Israel,
kunjungan para ‘jurnalis senior’ itu diharapkan bisa mengayunkan opini
publik dan pemerintah yang tak mengakui keberadaan Israel di tengah
fakta terus berlanjutnya penjajahan atas Bangsa Palestina.
Masih menurut situs kementerian itu, kehadiran delegasi ‘wartawan
senior’ Indonesia di Tel Aviv itu atas inisiatif dari Kementrian Luar
Negeri Israel. Bahkan publikasi kementrian juga memajang pose bersama
delegasi ‘wartawan senior’ itu dengan Netanyahu.
Namun hingga kini, tak ada penjelasan bagaimana kunjungan itu bisa
berjalan mulus di tengah tak adanya hubungan diplomatik antara kedua
negara. Termasuk dari masing-masing media yang bisa menjustifikasi
langkah mereka mengirim wartawan ke Israel, yang notabene bisa melukai
sentimen mayoritas umat Islam Indonesia.
Tak ayal, kunjungan para wartawan dari media mainstream ini menuai
kecaman dari publik Indonesia yang sangat menolak penjajahan Israel
terhadap bangsa Palestina dan sekaligus menodai hubungan baik bangsa
Indonesia dengan bangsa Palestina.
Padahal, konstitusi Indonesia menggariskan penolakan bangsa Indonesia
atas setiap bentuk penjajahan di muka bumi. Lantaran itulah, pemerintah
tak mengakui keberadaan entitas Israel, meski Tel Aviv telah menempuh
segala cara agar Jakarta berkenan melupakan amanat Undang-Undang Dasar
1945.
Penjajahan Israel atas Palestina merupakan salah satu episode paling brutal dan kelam dalam sejarah manusia modern.
Bahkan Ketua DPR RI Ade Komarudin terang-terangan mengecam pertemuan
para ‘wartawan senior’ Indonesia dengan PM Israel Benjamin Netanyahu di
Tel Aviv, Israel, Senin (28/3/2016) itu.
Semestinya, lanjut Akom sapaan politisi Parai Golkar ini, hal
tersebut tidak perlu dilakukan di tengah pandangan masyarakat Indonesia
yang mayoritas anti-Israel.
“Kita kan tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel,” tegasnya
seraya berpandangan bahwa hal tersebut akan menimbulkan risiko yang
sangat besar.
Bahkan Akom mempertanyakan jika terjadi apa-apa sama wartawan itu
bagaimana? Apalagi di sana (Israel) itu sedang berkonflik, ditambah lagi
Indonesia tidak punya hubungan diplomatik.
“Di samping itu kan di sana konfliknya sepanjang abad. Pertemuan
tersebut sangat tidak pantas dilakukan. Israel itu kan negara kejam,
jadi tidak etislah pertemuan tersebut,” tambahnya.
Karena itu Akom menyarankan agar Dewan Pers turun tangan untuk memproses para jurnalis yang pergi ke Negeri Zionis tersebut.
Hal serupa juga diungkapkan Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq yang
juga turut mengecam kehadiran rombongan wartawan senior Indonesia
menemui Netanyahu itu.
“Kunjungan tersebut jelas sangat kontradiktif di tengah sikap
Indonesia yang sejak awal menentang penjajahan Israel di Palestina dan
mendukung kemerdekaan Palestina,” katanya.
Lantas politisi PKS ini pun mengingatkan, terlebih Presiden Jokowi
dalam sidang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja
sama Islam (OKI) yang baru saja diselenggarakan di Jakarta, mempertegas
sikap Indonesia menentang penjajahan Israel dan mendukung kemerdekaan
Palestina.
Mahfudz mengaku tidak memahami apa agenda dari kunjungan para
wartawan senior tersebut terlebih setelah Indonesia menjadi tuan rumah
KTT Luar Biasa OKI. (Kds/bb)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + 9 =

Rekomendasi Berita