Sumiati: Semakin Miris Hidup Di Dalam Sistem Kapitalis

Berita1082 Views
Sumiati
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Baru-baru ini negeri kita digegerkan dengan melambungnya harga tiket pesawat. Hal ini membuat sebagian besar masyarakat Indonesia sangat dirugikan. Baik masyarakat biasa ataupun pengusaha. Seseorang bercerita, yang biasanya bisa mudik setahun sekali namun kini bisa jadi tidak mampu untuk mudik. Bahkan para pengusaha ataupun orang-orang yang hanya ingin menghadiri acara-acara tertentu yang mengharuskan naik pesawatpun urung berangkat, ditambah lagi dengan biaya bagasi yang berbayar. 
Presiden Joko Widodo buka suara tentang kenaikan harga avtur baru-baru ini, dan menyebutkan harga avtur yang dijual Pertamina di Bandara Soekarno Hatta memiliki selisih hampir 30% dengan harga avtur yang dijual di Bandara lain.
Rencananya  Presiden Joko Widodo akan memanggil pimpinan Holding BUMN Migas ke Istana Negara. Karena menurut Presiden harga avtur harus sama dengan Negara lain, agar dapat bersaing. Jika dibiarkan akan berpengaruh pada harga tiket pesawat. 
Kemudian Presiden juga merencanakan adanya pemain swasta untuk menjual avtur di Bandara. Menurutnya bersaing sehat saja. Karena dengan kondisi ini cukup mengganggu para pengusaha. CCN INDONESIA. 
Namun dengan menghadirkan pemain lain, tentunya mengundang tanya masyarakat, karena solusinya selalu berakhir ke tuannya.
Segala kebijakannya selalu memberi peluang kepada asing untuk menguasai perekonomian Indonesia yang membuat rakyat Indonesia semakin tercekik. Hidup dinegeri kaya raya dan subur makmur namun menderita. Hampir disegala lini tidak diberikan kesempatan untuk rakyat menjalani hidup sesuai dengan hukum alam. Rezim selalu berpihak pada asing atau aseng dan abai pada rakyatnya yang selama ini telah menjadikannya dia memimpin negeri ini. 
Berbeda dengan Islam dalam hal pengaturan berbagai urusan, penguasa fokus bekerja untuk kepentingan umat dan mengabaikan kepentingan pribadi. Betapa tidak, para pemimpin Islam adalah orang-orang shalih yang takut kepada Allaah SWT. 
Takut dengan azab yang akan ditimpakan jika melanggar ketentuan hukum Allaah SWT. Selama sistem belum berganti, maka penderitaan akan tetap terjadi. Saatnya kembali kepada Islam kafah yang telah memulyakan pemeluknya baik laki-laki maupun perempuan. Memanusiakan manusia, menjaga kehormatan manusia. Wallaahu a’lam bishawab.[]
Penulis adalah anggota komunitas Akademi Menulis Kreatif

Comment