by

SW. Retnani, S.Pd: Hanya Islam Yang Mampu Selamatkan Palestina

SW. Retnani, S.Pd
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Dahulu ketika berada pada masa- masa kejayaannya, Islam mensejahterakan siapapun tanpa pandang bulu, sekalipun kepada orang-orang yang bukan beragama Islam.
Islam mengajarkan berbagai ilmu. Islam memberantas kebatilan dan membela orang-orang yang lemah. Islam tidak pernah menindas ataupun merampas kekayaan bangsa lain. Islam rahmatan lil alamin dirasakan oleh seluruh alam.
Namun kini setelah Khilafah Islam runtuh dan kejayaan islam pudar, kaum muslim ditindas, dihina dan difitnah. Lihatlah saudara-saudara kita di Palestina, Suriah, Yordania, Rohingya, Myanmar, Irak, Afghanistan, Xinjiang China, New Zealand, Gaza, Mali dan lain-lain. Seakan-akan tidak ada habisnya perkara-perkara yang menimpa umat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ini. 
Hilangnya perisai dan kekuasaan Islam, membuka lebar kesempatan kafir untuk menghabisi umat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Hingga negeri-negeri Islam pun sedikit demi sedikit dikuasai kaum kafir. Sebagaimana yang dilansir republika.co.id, Perdana Menteri Israel Benjamin berjanji akan memperluas wilayah jika kembali terpilih menjadi Perdana Menteri pada pemilu Selasa (9/4). Jika kembali terpilih, dia berjanji akan mengakuisisi pemukiman Yahudi di Tepi Barat, bagian dari wilayah Palestina di barat sungai Yordan.
Meski pemukiman tersebut dianggap ilegal oleh hukum internasional, namun Israel terus saja membantah. Disana hidup sekitar 400 ribu warga Yahudi, dan 200 ribu lainnya di Yerussalem Timur. Di sisi lain, Palestina juga berniat mendirikan negara di Tepi Barat yang memang ditinggali sekitar 2,5 juta warga Palestina.
Pemukiman di Tepi Barat memang menjadi persoalan yang paling diperdebatkan Israel dan Palestina. Palestina beranggapan kehadiran pemukiman tersebut membuat impian Palestina untuk merdeka semakin sulit terwujud.
Sedangkan Israel mengatakan alasan yang digunakan Palestina hanya alibi untuk menghindari negosiasi langsung. Israel juga beranggapan, pemukiman bukanlah hambatan yang sebenarnya terjadi.
Saat menghadiri wawancara di TV Israel, Netanyahu ditanya mengenai rencana perluasan kedaulatan Israel di Tepi Barat, dia menjawab dengan tegas bahwa rencana tersebut pasti akan dia laksanakan. Anda bertanya apakah kami pindah ke tahap berikutnya? Jawabannya adalah ya, kami akan pindah ke tahap berikutnya. Saya akan memperluas kedaulatan (Israel) dan saya tidak membedakan antara blok pemukiman dan pemukiman terisolasi.
Sementara itu, juru bicara Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas mengatakan kepada Reuters, bahwa segala upaya yang dilakukan Israel untuk memperluas wilayah, tidak akan mengubah fakta bahwa pemukiman Yahudi itu ilegal. Segala tindakan dan pengumuman tidak akan mengubah fakta. Pemukiman ilegal dan mereka akan dihapus.
Dalam pemilihan Selasa (9/4), Netanyahu bersaing ketat dengan kandidat-kandidat dari partai lain. Namun memang sebagain besar mereka menyetujui rencana Netanyahu  untuk mencaplok Tepi Barat.
Dari partai Likud yang dipimpin Netanyahu sendiri, 28 dari 29 anggota parlemen yang mencalonkan diri, berhasil terpilih kembali untuk mendukung upaya perluasan wilayah ini. Di sisi lain, Pemerintahan Trump, pada Sabtu (8/4) kemarin telah menyerukan dukungannya dalam pertemuan Koalisi Yahudi Republik. Selama beberapa tahun belakangan, Amerika memang menunjukkan secara terbukanya pada Israel, termasuk mengakui Yerussalem sebagai ibu kota Israel, yang ditanggapi oleh Palestina dengan memutuskan hubungan dengan Amerika yang dianggap tak lagi pantas disebut perantara damai.
Rencana pencaplokan tepi barat Palestina, terang-terangan diucapkan oleh Israel. Begitulah, dengan sistem kapitalis- demokrasi seperti saat ini, memberi peluang besar terhadap kaum kafir untuk mencengkram dan menghabisi seluruh umat Islam. Walau di dunia ini ada Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB yang bertugas menjaga keamanan dunia. Namun, nyatanya seluruh kebijakan nya sama sekali tidak menguntungkan bagi umat Islam. 
Seperti yang dialami saudara seaqidah kita di Palestina. Tidak ada keadilan yang dapat membela umat Islam di Palestina. Dunia seakan tuli dan buta terhadap persoalan Palestina. Bahkan negeri-negeri Islam yang lain pun lebih memilih diam demi keamanan bangsanya, daripada ikut membela saudara seaqidahnya. Padahal umat Islam itu seharusnya menjadi laksana satu tubuh. Sebagaimana sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam: “Perumpamaan kaum mukmin dalam hal cinta, kasih sayang dan solidaritas mereka laksana satu tubuh, jika satu organ sakit maka seluruh tubuh ikut merasakan demam (HR muslim). 
Semua ini terjadi akibat sistem kapitalis demokrasi yang membelenggu negeri-negeri Islam, dengan paham nasionalisme dan individualisme. Hingga umat Islam tercerai berai, ukhuwah islamiyah rusak dan hancur, umat Islam sering bertikai sesama umat Islam, mereka lebih condong terhadap keputusan golongannya. Dan sikap ashobiyah lebih mereka utamakan, mereka lupakan nasehat dan petuah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Keimanan mereka kalah dengan rasa cinta pada Negeri. Saudaraku Ingatlah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman dan belum sempurna keimanan kalian hingga kalian saling mencintai” (HR. muslim).
Melihat dan mendengar statement Israel yang sangat antusias ingin menguasai Palestina ditambah sikap pemimpin Amerika yang sangat loyal terhadap Israel, dapat menjadi gambaran jelas bagi kita bahwa PBB tak sepenuh hati menyelesaikan perdamaian di Palestina. Sebab, Amerika merupakan salah satu negara yang memiliki hak Veto Sebagai dewan keamanan PBB. Semua tindakan dan kebijakan PBB untuk Palestina hanya sebagai pemanis semata atau lips service. 
Jadi tidak ada kemerdekaan Palestina, malah yang ada adalah legitimasi penjajahan. Haruskah kita sebagai saudara seakidah hanya berdiam diri melihat penindasan, penyiksaan dan pembunuhan yang terus dialami oleh saudara kita dipalestina? Hanya sistem Islam yang mampu menyelamatkan Palestina. Saatnya kita wujudkan sabda Rasululloh shallallahu alaihi wasallam ini: “Mukmin dengan Mukmin lainnya bagaikan satu bangunan, sebagian menguatkan sebagian lainnya” (HR Bukhari, At Tirmidzi, An Nasa’i dan Ahmad). 
Melalui penegakan Khilafah Rasyidah ala minhaj an-nubuwwah, kita dapat menolong saudara-saudara kita yang terdzolimi oleh para kaum kuffar. Ingatlah janji Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas kemenangan umat Islam.
Allah SWT berfirman:
وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَـيَسْتَخْلِفَـنَّهُمْ فِى الْاَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ  وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِى ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَـيُبَدِّلَــنَّهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًا   ۗ  يَعْبُدُوْنَنِيْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـئًــا   ۗ  وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”
(QS. An-Nur 24: Ayat 55).
Khilafah yang akan membebaskan Palestina. Jadi jangan pernah ragu menolong agama Allah subhanahu wa ta’ala dan umat Rasulullah Shallallahu salam. Semua perjuangan kita ini, pasti akan berhasil sebab Allah SWT akan selalu menolong kita.
Allah SWT berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَـنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad 47: Ayat 7). Wallahu A’lam Bishawab.[]

Comment

Rekomendasi Berita