SW. Retnani S.Pd.: Pemimpin Minus Visi Misi Bakal Menyengsarakan Rakyat

Berita1107 Views
SW. Retnani S.Pd
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Tanggungjawab seorang pemimpin seperti pisau bermata dua. Jika orang yang mengemban amanah ini tidak layak, menyepelekan tugas dan tanggungjawabnya, tidak berlaku adil, ataupun tidak menunaikan kewajibannya, maka hal itu akan menjadi kerugian dan penyesalan bagi dirinya kelak di Akhirat. Sementara di dunia akan mendatangkan bencana bagi rakyat yang dipimpinnya.

Sebaliknya jika orang yang mengemban amanah menjadi seorang pemimpin ini memang layak, ketika berkuasa ia pun berlaku adil dan menunaikan seluruh tugas serta kewajibannya, ia bertanggung jawab penuh terhadap seluruh rakyatnya, maka ia akan mendapatkan keutamaan dan karunia Alloh swt di Akhirat. Begitupun di dunia ia akan menjadi berkah serta kebaikan bagi rakyat yang dipimpinnya.
Untuk itu diperlukan pemimpin yang memiliki harapan, tujuan dan cita- cita tinggi sehingga mampu memenuhi amanah dan tanggungjawabnya.Allah SWT berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰۤى اَهْلِهَا ۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًۢا بَصِيْرًا
“Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 58).
Bukan sebaliknya, pemimpin yang minus visi misi dalam masa kepemimpinannya. Sehingga ia gagal dalam meri’ayah umat serta gagal membawa Perubahan Bangsa ke arah yang lebih baik. 
Seperti yang dilansir m.detik.com Jakarta (19/01/02)bahwa Penyampaian visi-misi pasangan calon peserta Pilpres 2019 akan digelar pada 9 Januari 2018 atau delapan hari sebelum debat perdana capres. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut, cukup timses tiap pasangan calon yang memaparkan visi-misi.
Habiburokhman: Sebaiknya Paslon Paparkan Visi-Misi, Jangan Stuntman
Tujuannya ialah memberikan pengenalan awal kepada masyarakat mengenai visi-misi sebelum digelarnya debat. Evi mengatakan pemaparan visi-misi pra-debat sudah dibahas dengan tiap timses, yaitu Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf dan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi.
Sebelumnya, kubu Prabowo mengkritik KPU yang akan menggagas penyampaian visi dan misi pasangan calon dalam Pilpres 2019 beberapa hari sebelum dilakukannya debat perdana. Jubir divisi hukum tim Prabowo-Sandiaga, Habiburokhman menyatakan idealnya pasangan calon memaparkan langsung visi dan misi itu.
Berdasarkan ini, lemahnya alasan KPU dalam pembatalan penyampaian visi misi capres menandakan adanya campurtangan pihak- pihak tertentu yang menginginkan hal itu terjadi. Padahal penyampaian visi misi capres adalah porsi penting untuk diketahui oleh rakyat agar tidak salah memilih pemimpin. Sebab, kesalahan fatal dalam memilih pemimpin akan menyengsarakan rakyat dan menenggelamkan negara kedalam kubangan kehancuran.
Penyampaian visi misi pemimpin harus disampaikan oleh calon pemimpin agar mudah bagi rakyat untuk muhasabah. Sehingga umat akan dapat memantau kinerja pemimpin. Apabila ada hal-hal yang melenceng dari visi misinya, umat akan mengingatkan pemimpin pada tugas dan tanggungjawabnya dalam mengurusi kepentingan atau pun kemaslahatan rakyat.
Sebagaimana sabda Rasululloh saw: ” Imam (pemimpin) itu pengurus rakyat dan akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dia urus”.(HR. Al Bukhari dan Ahmad).
Kepemimpinan dalam Islam mewajibkan seorang pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab terhadap apa yang akan ia lakukan seraya menyampaikannya sebelum ia dipilih. Maka tidak akan ada pemimpin yang ingkar janji apalagi dzalim pada rakyatnya.
Dengan demikian amanah untuk jadi seorang pemimpin, yang tugasnya mengurus semua kemaslahatan rakyat tidak boleh di dasarkan pada aturan- aturan kufur yang lahir dari sistem kapitalis sekuler. Amanah ini harus ditunaikan dengan berlandaskan hukum- hukum Alloh swt.
Itulah mengapa, kaum Muslim termasuk para penguasanya wajib melaksanakan seluruh Syariat Alloh swt di semua aspek kehidupan. Allah SWT berfirman:
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ کَاۤ فَّةً ۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۗ اِنَّهٗ لَـکُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.”(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 208). Wallohu a’lam bish showab.[]

Comment