by

Tersangka BLBI Akan Diadili, SMI Dan Boediono Kapan?

foto/ist
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Syafruddin Arsjad Temenggung akan segera diadili di pengadilan tindak pidana korupsi Jakarta.

Kemudian, yang menjadi pertanyaan, kapan kira-kira nama-nama lain seperti Sri Mulyani Indrawati (SMI) dan Boediono yang diduga terlibat dalam skandal megakorupsi menyusul diseret ke meja hijau?
Demikian pertanyaan publik diungkapkan Ketua Umum Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS), Sasmito Hadinegoro.

“Publik dan masyarakat pegiat antikorupsi bertanya-tanya, kalau Syafruddin Temenggung sebentar lagi akan diadili, lalu kapan nama-nama lain seperti Sri Mulyani dan Boediono yang patut diduga terlibat dalam BLBI Gate sebagai pihak yang bertanggung jawab (pengambil kebijakan) atau pemegang otoritas keuangan negara saat itu akan diseret ke meja hijau?” ungkap Sasmito.
Pernyataan rilis yang dikirim kemarin, Sasmito melanjutkan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus segera menuntaskan kasus SKL Fiktif BLBI Gate. 

“Kasus fiktif BLBI Gate harap KPK waspadai. Jangan sampai lewat 18 tahun yakni tahun 2021,” tandasnya.
Mengapa demikian? Karena, kata ketua Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara (LPEKN) itu, apabila lewat 18 tahun, maka kasus megakorupsi terbesar di republik ini bisa ‘kadaluarsa’.
“Bisa-bisa, kalau ada kemungkinan buying time. Bisa kedaluarsa kawan,” cetusnya.
Ia pun menyoroti gerombolan para aktor intellectualist, pemain sinetron bailout illegal Rp 6,7 triliun tahun 2008. Salah satunya, kata Sasmito, adalah mantan ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dr. Muliaman Hadad.
“OJK harus diwaspadai. Karena, OJK itu hanya ‘sempalan’ Bank Indonesia (BI). Tuh, mantan Ketua OJK pun, Dr. Muliaman Hadad juga diduga termasuk gerombolan para aktor intellectualist, bailout illegal Rp 6,7 triliun tahun 2008 yang termasuk harus diseret ke meja hijau,” tukasnya.

Ketua Asosiasi Pembayar Pajak Indonesia (APPI) itu lanjut menyebutkan, nama Muliaman Hadad telah disebut di pengadilan tipikor oleh Dr. Budi Mulia.
“Lihatlah daftar nama para pemain sinetron BLBI Gate tahun 2008 yang di situ putri salju Sri Mulyani patut diduga malah mungkin di’setip’ namanya,” ujarnya.

“Di Mahkamah Agung (MA) apa ya? Kami rakyat sudah tidak percaya lagi-lah dengan gelar-gelar PhD, yang mungkin lebih layak dibacanya Pizza Hut Delivery. What ever will be, will be (apa yang akan terjadi, maka terjadilah),” paparnya.

Sasmito meminta, rakyat jangan terus dibodohi.“Janganlah kami rakyat mau terus dibodohi. Uang rakyat yang disetor ke APBN lewat pajak dikantongi oleh bank-bank pencuri. Dalam kasus BLBI ini, alasan dampak sistemik jangan ada yang percaya,” ulasnya.
“Omong kosong para pemegang otoritas keuangan negara. Sudahlah, sekarang, andaikata mau terjadi dampak sistemik atau kiamat sekalian, biarlah terjadi,” tukasnya.
“Bagi rakyat sama saja, kalau ada kebijakan bailout pun yang menikmati para bankir bandit, konglomerat dan kroninya. Seperti yang terjadi dalam BLBI Gate,” kritiknya.

Sementara, tim jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelesaikan surat dakwaan untuk tersangka Syafruddin Arsjad Temenggung. Surat dakwaan pun sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakpus, Kamis siang (3/5).

Perlu diketahui, Syafruddin sendiri merupakan tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terhadap obligor pemilik saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), Sjamsul Nursalim. 

Mantan kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) itu merupakan tersangka perdana dalam kasus megakorupsi ini.
“Siang ini, JPU KPK telah melimpahkan berkas perkara atas nama SAT (Syafruddin Arsjad Temenggung) ke Pengadilan Tipikor pada PN Jakpus,” ungkap juru bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi oleh wartawan. Kamis (3/5)

Dikatakan Febri, pihaknya masih menunggu jadwal sidang perdana untuk Syafruddin Arsjad Temenggung. Agenda sidang perdana untuk Syafruddin yakni, pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum. 
“Berikutnya, kami menunggu penetapan dan jadwal sidang,?” tandasnya.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan satu orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Satu tersangka, yakni mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsjad Temenggung, ia sempat mengajukan praperadilan, tapi gugatannya ditolak.

Syafruddin diduga memberikan SKL BLBI pada bos PT Gajah Tunggal Tbk, Sjamsul Nursalim hingga akibatkan kerugian negara sekitar 4,85 triliun rupiah. 

Namun, KPK kesulitan untuk memeriksa Sjamsul Nursalim karena sedang berada di luar negeri.[Nicholas]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − thirteen =

Rekomendasi Berita