by

Tim Advocat Bhineka Tunggal Ika Laporkan Yonatan Nandar ke Pihak Berwajib

-Hukum-167 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Geram dengan tindakan Yonatan Nandar, membuat barisan pengacara Tim Advocat Bhineka Tinggal Ika, menempuh langkah hukum ke Polres Jakarta Selatan, Senin (29/8).

Tidak peduli dengan profesi Yonatan Nandar sebagai pengacara, Emanuel merasa ucapan rekannya itu membahayakan kesatuan berbangsa. Terlebih menyinggung dan berbau SARA.

Akhirnya setelah mempelajari ucapan Yonatan Nandar di konten YouTube, tim cara Tim Advokasi Bhineka Tinggal Ika sepakat membuat laporan ke polisi.

“Isi postingannya jelas sangat berbahaya, bagi yang menonton dan mendengarnya. Bahayanya berpotensi menyulut kebencian pada agama tertentu, dengan tanpa hak dan melawan hukum. Tentu saja hal seperti itu adalah bahaya bagi integritas kebangsaan kita yang saat ini sedang sangat keras dijaga oleh nrgara dan pemerintah,” papar Emanuel.

Bahkan Emanuel menganggap Yonatan Nandar harusnya cerdas menggunakan media sosial untuk hal yang bermanfaat bagi rakyat.

“Pernyataannya sangat membahayakan, dan menyulut kebencian kepada sesama warga bangsa. Sudah sangat berbau SARA,” geram Emanuel.

Dijelaskan Emanuel bahwa postingan YouTube pada 26 Agustus 2022, menyebut kasus pembunuhan terhadap brigadir Josua adalah kasus dengan circle Kristen. Karena semua yang terlibat dengan kasus tersebut dari tersangka, sampai kuasa hukumnya adalah orang kristen.

Dari pernyataan itu, si pemilik akun sambil mengutip ayat kitab suci, menafsirkan kasus ini adalah upaya kristianisasi oleh orang kristen.

UU ITE dilekatkan berikut bukti ucapan Yonatan Nandar di konten YouTube

“Secara silogisme, penalaran dengan premis awal yang dibangun oleh pernyataan tersebut, tidak memiliki hubungan di bagian konklusi. Sebab tidak ada keterkaitan fakta hukum dan proses hukum, dengan tuduhan upaya kristianisasi oleh orang kristen terhadap umat beragama lain,” tegas Emanuel.

Apalagi yang membuat Emanuel geleng kepala, si pemilik akun mengatakan fakta soal postingan Angel Lelga terhadap mantan pengacara Bharada E yang menghubungkan dengan misi kristianisasi.

“Sekali lagi dua fakta yang tidak memiliki keterkaitan. Sebab yang terjadi antara Angel Lelga dengan mantan kuasa hukumnya, diatur oleh kode etik profesi. Kalau pemilik akun tersebut adalah seorang pengacara, seharusnya dia paham. Bahwa hubungan antara klien dan kuasa hukumnya, adalah hubungan yang bersifat rahasia dan tentu ada etik yang mengaturnya,” ujar Emanuel.[]

Comment