by

Toko Jamu Dan Obat “Arif Jaya” Ciruas Diduga Jual Produk Palsu

RADARINDONESIANEWS.COM, BANTEN – Penyakit kulit yang diderita Bang L masyarakat Ciruas bukannya membaik malah membuat makin parah bahkan terlihat hitam terbakar iritasi luarbiasa.

Hal tersebut dirasakannya setelah membeli obat salep kulit merk 88 beberapa waktu lalu pada salah satu toko jamu dan obat “Arif Jaya” Pasar Ciruas persisnya di Pertokoan Ciruas Center Blok B – 1 No. 20 milik H. Sutarjo.

“Setelah dipakai yang ada malah terasa panas dan membuat melepuh pada sekitar kulit tangan kiri saya, terlihat makin parah “, ucapnya.

Merasa aneh dengan khasiat salep kulit itu, L mencoba membeli kembali ditempat berbeda dan terbukti jika produk tersebut berbeda.

“Akhirnya, saya beli lagi salep kulit merek yang sama di apotik dan bersyukur kini mulai membaik. Memang jelas sekali perbedaan diantara keduanya terutama pada hologram dan warna salep kulitnya”, Tambahnya.

Berdasarkan informasi yang diterima tersebut, awak media mencoba mendatangi toko jamu dan obat dimaksud dan membeli salep kulit itu. Dilayani salah satu pelayan awak media kemudian menanyakan perihal adanya dugaan salep kulit palsu itu.

” Harganya Rp. 8.500,-, saya tidak tahu jika palsu atau tidak. Setahu saya produk yang ada ini dikirim langsung dari agen di Serang lewat pak H. Sutarjo “, Ungkap Fauzi dan Amah, pelayan toko.

Dihubungi via seluler, H. Sutarjo, pemilik toko tersebut mengatakan bahwa, menurutnya perihal adanya dugaan produk palsu itu tidak diketahuinya secara detail.

“Soal salep itu saya dikirim dari sales, dan mengenai produk asli ataupun bukan menurut saya yang lebih mengetahuinya adalah pihak dari BPOM. Buktinya sering saya dikunjungi dari BPOM tapi aman – aman saja kok tidak ada masalah “, tutupnya singkat.

Sepintas produk yang dijual di Toko Jamu Dan Obat “Arif Jaya” dibanding dengan lainnya hampir sama, yang membedakannya adalah pada hologramnya redup, tulisan mereknya lebih besar, warna salepnya kuning cerah, dan aromanya tak menyengat.

Perlunya pengawasan ketat dan mendalam dari pihak – pihak terkait untuk menyikapi hal tersebut terutama peredarannya. Dikarenakan maraknya informasi pemalsuan produk yang diproduksi secara terselubung di berbagai tempat.
(Adhsn)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − one =

Rekomendasi Berita