by

Tota Mapiha Marthen Petenet Iyai: Perlu Adanya Kebijakan Budidaya Kearifan Lokal

Foto/Musa Boma/radarindonesianews.com
RADARINDONESIANEWS.COM, PAPUA –  Masyarakat asli Papua di Dogiyai memiliki banyak potensi dan kearifan lokal. Pembudidayaan ubi asli, sayur asli, tebu asli, buah-buahan asli dan simbol-simbol yang asli serta nilai-nilai hidup yang asli dalam budaya ini seharusnya perlu diakomodir dalam kebijakan pemerintah Kabupaten Dogiyai yang komprehensif dan permanen guna Dogiyai bahagia.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Adat Daerah Istimewa Tota Mapiha Marthen Petenet Iyai kepada radarindonesianews.com, di Nabire Cyber, Kamis ( 30/08/2018).

Dia mengatakan, pembudidayaan kacang tanah masyarat adat di Tota Mapiha merupakan salah satu bibit unggul dan potensi masyarakat lokal untuk mempertahankan hidup mereka.
“Kami masyarakat Mapia punya kemampuan menanam kacang tanah di Tota Mapia. Rakyat bisa gunakan kacang tanah untuk makan, bibit dan untuk menjual agar dapat membiaya pendidikan anak-anak mereka kami. Karena itu, pembudidayaan kacang tanah sangat penting bagi masyarakat asli di Tota Mapiha.” kata Iyai.
Di tempat terpisah, Frakter Aprianus Iyai menegaskan kepada pemerintah kabupaten Dogiyai bahwa pemerintahan ada hanya karena ada rakyat. Kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat oleh sebab itu, kami mendesak Pemda Kabupaten Dogiyai dalam hal ini Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah segera di tetapkan dan diakomodir dalam sidang istimewa paripurna atas tuntuntan ini.
“Karena jelas bahwa saat-saat pemilu pejabat akan kembali ke rakyat untuk meminta suara itu harus tahu.” katanya.[Musa Boma]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 + 19 =

Rekomendasi Berita