by

Tuntut Beri Sanksi Tegas, DPRD Jatim Sikapi Soal USBN Provokatif

Soal yang sangat provokatif
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Komisi E DPRD Jatim mendesak pemerintah untuk memberi sanksi tegas kepada tim pembuat soal Ujian Standar Bertaraf Nasional (USBN) yang membuat soal mengarah perpecahan umat. Bahkan soal tersebut menjadi viral di medsos.

”Soal itu memecah belah dan menimbulkan disharmonisasi antara umat Islam dan Nasrani di Indonesia,’ungkap wakil ketua Komisi E DPRD Jatim Sulidaim di kantornya, Rabu (22/3).

Politisi asal PAN ini mengatakan kalau tidak ada sanksi tegas dari pemerintah tentunya akan menimbulkan soal-soal sejenis ke depannya. ”Adanya sanksi tegas tentunya merupakan pembelajaran bagi mereka agar tak membuat soal seenaknya,”ungkap pria asal Lamongan ini.

Sementara itu, Kadindik (kepala dinas pendidikan) Jatim Saiful Rahman mengaku pihaknya tak bisa intervensi atas munculnya surat itu. ”Yang membuat soal itu dari Direktorat Jenderal (Dirjen) GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Kemendiknas. Dirjen GTK tersebut bekerja sama dengan LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan). Itu hak preogratif mereka,”jelas pria yang juga mantan Kabandiklat Jatim ini.

Sekedar diketahui, dalam USBN di mata pelajaran PPKN yang ditemukan di Lamongan ada salah satu soal yang berbunyi ” golongan umat Islam garis keras melakukan sweeping terhadap umat Nasrani yang sedang merayakan natal,”. (Setya/gn)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − twelve =

Rekomendasi Berita