RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Bukan buih dilautan, tapi air bah yang datang menuju Jakarta, Monas khususnya. Lautan manusia datang dari segala penjuru negri bahkan luar negri, dari yang masih dikandungan, bayi, anak kecil, remaja, hingga lansia. Dari yang diberi kesempurnaan fisik hingga yang diuji dengan kekurangan fisik, dari yang berjalan kaki, menggoes sepeda, naik angkutan umum, bahkan mencarter pesawat berlomba menuju seruan aksi reuni 212.
Ada banyak keberkahan dalam acara ini, ukhuwah kaum muslimin yang diikat oleh akidah, pemikiran, dan perasaan yang sama menjadi penyatu dan landasan jutaan kaum muslimin bisa hadir disana.
Beragam hasil mengenai jumlah pasti peserta reuni 212 kemarin, tapi yang pasti jutaan melebihi jumlah aksi 212 tahun 2016 lalu.
Meski banyak mendapat tantangan dan hadangan alhamdulillah acara berjalan sangat lancar, tidak ada sisi negatif yang bisa digoreng oleh oknum yang tidak senang dengan aksi ini mulai dari tuduhan sia-sia, buang energi, membuat resah dan takut masyarakat, politisasi agama, kampanye terselubung, ditunggangi oleh ormas yang sudah dicabut BHP nya ( HTI) serta menyebut sebagai bid’ah karna tak pernah dicontohkan Nabi dan generasi salafus sholeh sebelumnya. Bahkan ada yang menyebut peserta aksi dibayar 100 ribu, dibiayai keberangkatannya, diberi nasi bungkus.
Fakta dilapangan membantah semua itu, jika hanya imbalan 100 ribu, ongkos perjalanan, dan nasi bungkus tentu tak akan mampu seorangpun mendanainya ,bayangkan 13,4 juta orang menurut sebuah lembaga menyebut angkanya jika dikali 100 ribu, maka siapa yang sanggup dan mau membiayainya.
Bahkan tak ada satu ormas, partai, atau organisasi manapun yang mampu menghimpun jutaan massa seperti ini.
Reuni 212 ini adalah simbol persatuan kaum muslimin khususnya karna ternyatahadir pula disana non muslim yang ingin membuktikan dan merasakan langsung semangat dari aksi ini.
Semua bersatu dibawah bendera tauhid Al liwa dan Ar roya tak ada lagi si A, B, C tak ada HTI, FPI, PKS, atau partai dan madzab lain semua melebur menjadi satu mujahid 212.
Inilah kekuatan kaum muslimin jika muslim bersatu tak bisa dikalahkan.
Selain simbol persatuan dan kekuatan kaum muslimin, aksi ini juga hujan berkah dan hidayah dari Allah SWT.
Rasulullah bersabda.. Disaat aku tiba di langit di mlm Isra Miraj, aku melihat satu malaikat memiliki 1000 tangan, di setiap tangan ada 1000 jari.. Aku melihatnya menghitung jarinya satu persatu.. Aku bertanya kepada Jibril pendampingku.. Siapa gerangan malaikat itu, dan apa tugasnya?
Jibril menjawab, Sesungguhnya dia adalah malaikat yang diberi tugas untuk menghitung tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi.. Rasulullah bertanya kepada malaikat (penghitung tetesan air hujan) tadi, apakah kamu tahu berapa jumlah tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi sejak diciptakan Adam?
Malaikat itu pun menjawab, wahai Rasulullah, demi yang telah mengutusmu dengan haq (kebenaran), sesungguhnya aku mengetahui semua jumlah tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi, dari mulai diciptakan Adam sampe sekarang ini, begitu pula aku mengetahui jumlah tetetas yang turun ke laut, ke darat, ke hutan rimba, ke gunung”, ke lembah”, ke sungai”, ke perkebunan, dan ke tempat yang tidak diketahui manusia.
Mendengar uraian malaikat tadi Rasulullah sangat takjub dan bangga atas kecerdasannya dalam menghitung tetesan air hujan.. Kemudian malaikat tadi pun berkata kepada Rasulullah.. wahai Rasulullah, walaupun aku memiliki seribu tangan dan sejuta jari dan diberikan kepandaian dan keahlian untuk menghitung tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi, tapi aku memiliki kekurangan dan kelemahan.
Rasulullah pun bertanya.. apa kekurangan dan kelemahan kamu? Malaikat itupun menjawab, Kekurangan dan kelemahanku wahai Rasulullah, jika umatmu berkmpul di satu tempat, mereka menyebut namamu dan bershalawat untukmu, pada saat itu aku tidak bisa menghitung berapa banyak pahala yang diberikan Allah kepada mereka. (Al Mustadrak Syeikh An Nuri, jilid 5, hal 355).
Maka tak ada kata bisa menggambarkan reuni 212 kemarin selain nikmat dan anugrah dari Allah SWT, yang harus kita syukuri, jaga, dan terus digelorakan karna saat ini kaum muslim ibarat singa2 yang masih tertidur, hanya keberadaan institusi Islam secara kaffahlah yang akan membangunkan singa-singa Allah ini , wallahu a’lam bishowab.[]
Penulis adalah member Akademi Menulis Kreatif
Penulis adalah member Akademi Menulis Kreatif













Comment