by

Vivi Sumantri Jayabaya, S.Sos Sosialisasi Empat Pilar Cegah Radikalisme

Vivi Sumantri Jayabaya,
S.Sos.[Handa/radarindonesianews.com]

RADAR INDONESIA NEWS.COM, LEBAK – Beberapa tahun belakangan ini, Provinsi Banten menjadi pemberitaan di masyarakat luas terkait keberadaan kelompok radikalis dan teroris. Banten juga bahkan ditengarai menjadi tempat bagi kelahiran, persembunyian, pelatihan, sekaligus tempat penangkapan serta persidangan para pelaku terorisme. Wilayah Ciputat dan Pamulang, sebagai bagian dari Provinsi Banten, misalnya, memiliki catatan tentang terorisme. Kedua kecamatan di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ini menjadi ladang yang subur bagi aktivitas radikalisme dan terorisme di Provinsi Banten. Sejumlah penangkapan, pengungkapan pembuatan bom oleh jaringan teroris dan penembakan mati tokoh teroris pernah dilakukan kepolisian di kedua wilayah tersebut.

Fakta di atas merupakan pertanda bahwa masyarakat di Banten (termasuk kabupaten Lebak) perlu diberikan penguatan dan pengamanan; kuat dalam pemahaman agama yang moderat dan rasional, dan aman dari pengaruh radikalisme. Dalam rangka mencapai tujuan itu, anggota DPR RI dari Dpail Banten 1 (yang meliputi Kab. Lebak dan Kab. Pandeglang) Vivi Sumantri Jayabaya, S.Sos mengadakan Sosialisasi Empat Pilar kepada para pengasuh dan guru mengaji di pesantren Salafiah, hal ini bertujuan agar bersama-sama membentengi diri dari paham-paham kekerasan yang mengatasnamakan agama itu. Sosialisasai Empat Pilar dipusatkan di Kecamatan Lebak Gedong Kab. Lebak Propinsi Banten.

Diakui oleh politisi Partai Demokrat Vivi Sumantri Jayabaya, S.Sos upaya pencegahan gerakan radikalisme terorisme perlu dilakukan secara maksimal, salah satunya dengan melakukan koordinasi serta meningkatkan kewaspadaan di wilayah desa masing-masing.

Vivi juga memberikan informasi yang jelas serta terang kepada masyarakat mengenai bahaya radikal terorisme adalah poin utamanya.

Masyarakat menyambut baik acara Sosialisasi Empat Pilar tersebut, saat mengikuti acara Mereka juga nampak antusias memberikan pertanyaan kepada narasumber yang memaparkan saat itu. Bahkan suasana sempat hidup ketika ada beberapa warga yang diberikan tes hafal pancasila oleh narasumber. Saat itu, pada acara ada beberapa warga yang tidak hafal bunyi pancasila namun tak sedikit juga yang sudah menghafal.(Handa).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − seven =

Rekomendasi Berita