by

Wakil Bupati Nias Barat Sampaikan Nota JawabanTerhadap Dua Ranperda

RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS BARAT – Wakil Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu sampaikan penjelasan dalam bentuk nota jawaban atas pemandangan fraksi-fraksi DPRD atas rancangan undang-undang tentang penghapusan bentuk pekerjaan terburuk anak dan pengelolaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Rabu (21/09).
Khenoki Waruwu pada penyampaiannya mengatakan, bahwa tujuan utama Pemerintah dalam penyiapan Ranperda tentang penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk anak adalah, untuk menghindari pekerjaan terburuk bagi anak. Sedangkan Ranperda terhadap pengelolaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yaitu demi terwujudnya UMKM yang mandiri berbasis sumber daya lokal dalam hal pengembangan Pariwisata dan Perikanan yang diharapakan menjadi motor penggerak lahirnya lapangan pekerjaan dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat, yang bermuara kepada peningkatan pendapatan asli daerah.
Berikut Nota jawaban Bupati atas tanggapan dan saran yg telah dituangkan dalam pemandangan umum seluruh fraksi DPRD, yang disampaikan oleh Wakil Bupati Nias Barat sebagai berikut ;
1. Peran Pemerintah Daerah untuk melakukan pengawasan terhadap Larangan bagi Pelaku Usaha dalam memberikan Pekerjaan Terburuk Kepada Anak yaitu bahwa Pemerintah Daerah Kab. Nias Barat membuat kebijakan dan program yg terencana dan terpadu, terintegrasi antara instansi terkait serta melibatkan masyarakat Nias Barat. Kemudian melakukan pencegahan dan penanggunglangan pekerjaan anak yg bersifat Pre-emptif, preventif dan represif. Dan membentuk Komite aksi daerah sebagai wadah koordinasi bagi instansi teknis terkait dan elemen masyarakat untuk dpt mengkoordinasikan hal-hal yg terkait dengan upaya penghapusan bentuk pekerjaan terburuk untuk anak.
2. Langkah yang harus dilakukan pemda Kabupaten Nias Barat untuk pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah adalah mengidentifikasi produk unggulan di 8 kecamatan, melakukan penentuan produk daerah, melakukan bimbingan teknis pengembangan produk daerah dan sentra produk UMKM, melakukan pelatihan kewirausahaan yg berbasis sumber daya lokal (potensi daerah), peningkatan ketrampilan bagi pelaku UMKM, pemberian sarana/prasarana pengembangan UMKM, penentuan harga produk unggulan dan pelaksanaan promosi hasil produk UMKM. (S.Gulo)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 + twenty =

Rekomendasi Berita