by

Warga Bantaran Kali Krukut Banderol Harga Tanah Rp 20 Juta/Meter

Bantaran Kali Krukut yang dipenuhi bangunan.[Gofur/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta tampaknya harus merogoh kocek cukup dalam
untuk membebaskan lahan warga yang berdiri di bantaran Kali Krukut,
khususnya di kawasan elit Kemang, Jakarta Selatan. Pasalnya, warga
membanderol tanah mereka dengan harga Rp 20 juta permeter.

Menurut Yono, 42, warga RT 15/11 Kelurahan Pela Mampang, ia bisa
membuktikan kepemilikan atas rumah yang telah ditempatinya sejak 12
tahun silam. “Saya dan warga lainnya mengantongi girik dan setiap tahun
membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Kalau mau membebaskan lahan kami
silakan. Kami meminta ganti rugi dengan harga Rp15 juta sampai Rp20
juta permeter,” ujar Yono saat ditemui di rumahnya di dekat bibir Kali
Krukut, Senin (3/10/2016).

Bapak tiga anak ini menyayangkan minimnya sosialisasi detil dari aparat
terkait rencana penertiban bangunan yang melanggar trase kali dengan
lebar 20 meter. Informasi yang diterima simpang siur tentang batasan
trase dimaksud.

“Trase 20 meter dari mana? Apakah dari tengah kali? Atau tembok di
pinggiran kali? Sampai sekarang warga kebingungan karena tidak ada
informasi resmi dari aparat, bahkan kami tak pernah diundang sosialisasi
ke kecamatan. Hanya perwakilan RT yang diundang ke kelurahan,” katanya
kesal.

Yono masih merampungkan rehab rumahnya dua lantai. Dari hasil pengukuran
petugas kelurahan, rumahnya sekitar 10 meter dari DAS bakal habis
tergusur. Ini sesuai tanda silang yang dicat oleh petugas di rumah
tetangga tepat di depan rumahnya.

509 BANGUNAN

Sebelumnya Walikota Jaksel, Tri Kurniadi menyebutkan 509 bangunan di
Kemang dan sekitarnya yang melanggar trase segera dibongkar seiring
normalisasi Kali Krukut. Sebagian bangunan tersebut memiliki SHM dan
IMB. “Luas kali idealnya 20 meter tapi kenyataannya menyempit dan
dangkal akibat menjamurnya bangunan,” kata Tri.

Pekan ini ia akan membahas penertiban bangunan bermasalah dalam rapat
teknis dan rencananya minggu ke-2 Oktober tim sudah mulai
bergerak.(ragil/andi/haris/Gin)

Comment

Rekomendasi Berita