by

Warga Nahdliyin Tidak Akan Lupa Tudingan Ahok Kepada KH. Ma’ruf Amin

Ketua MUI, KH. Ma’ruf Amin bersama sekjen MUI
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Dua pekan ke depan, pesta rakyat di Pilkada DKI 2017 Jakarta putaran kedua dimulai. Masing masing kandidat mulai mencari dukungan dan mendekati warga guna menarik simpati.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuno meyakini kalau warga Nahdliyin tidak akan melupakan tingkah laku Basuki Tjahaya Purnama yang telah menghina tokoh Nadliyin yang paling dihormati yaitu KH Maruf Amin.
Arief menambahkan bahwa semenjak kecil dirinya dibesarkan di daerah tempat tinggal KH Maroef Amin. Beliau merupakan orang yang paling disegani dan dihormati. “Ingat loh warga Nahdliyin itu partainya bukan cuma PKB, di Gerindra kadernya yang beragama Islam 90% warga Nahdliyin juga. Karena itu, harapannya kedepan warga Nahdliyin jangan terkecoh dengan langkah PKB Jakarta yang sedang jualan Djarot,” imbuhnya mengingatkan.
Sebab, lanjutnya, kalau dukung Djarot  itu sama saja dukung Basuki Tjahaya yang telah berbuat tidak sopan terhadap Rais Am warga Nahdliyin dan menuding orang yang disegani di kalangan Nahdliyin itu dengan tuduhan memberikan keterangan yang tidak semestinya. Oleh karena itu, tambah Arief, Djarot yang dibesarkan oleh warga Nahdliyin itu sangat berbeda dengan Djarot yang punya kekuasaan tertinggi di DKI Jakarta sekarang ini.

Bahkan, Arief pun mengingatkan dan menegaskan bahwa ada pernyataan Ahok yang bakal menempuh proses hukum terkait kesaksian Rais Am tersebut. “Saya sih tidak yakin ya warga Nahdliyin bisa melupakan tudingan Basuki Tjahaya terhadap pimpinan tertinggi Nahdlatul ulama,” ungkapnya.

“Tudingan yang tidak sopan pada Rais Am NU oleh  Basuki Tjahaya berdampak pada banyaknya Calon Calon Kepala daerah PDIP yang keok di pilkada 2017, sebagai contoh, di Provinsi  Banten,  Calon Kepala daerah PDIP rontok,” tandasnya.[Nicholas]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 + 9 =

Rekomendasi Berita