by

Warga Perumahan Graha Cinere Pampang Baliho Petisi

Petisi yang dipasang warga sebagai protes.[Mur/anggie/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, DEPOK – Menyoal polemik warga perumahan Graha Cinere dengan PT. Megapolita yang sudah menahun belum juga ada titik terang, tak pelak dengan terpaksa warga pampang baliho PETISI, 20 Mei 2019 selebar 3 x 4 m di akses Jln. Raya Tapaksiring Graha Cinere Kota Depok Jabar, Ada beberapa poin yang tertuang pada PETISI tersebut antara lain, 
Menolak perubahan Site Plan Graha Cinere th 2016 yang mengakibatkan beralih pungsinya lahan Fasos Fasum menjadi lahan / bangunan komersial, Menolak penyerahan Fasos Fasum yang masih dalam kondisi rusak, banjir dan sangat tidak layak, Menuntut PT. Megapolitan untuk melakukan pemeliharaan /perbaikan prasarana dan sarana serta segera mengatasi banjir di perumahan Graha Cinere, Menuntut di bangunnya Fasos Fasum yang layak sesuai Site Plan awal pada saat mulai dibangunnya perumahan Graha Cinere th 1991 dan/ atau sesuai peraturan perundang undangannya, dan Melarang penggunaan jalan lingkungan & Fasos Fasum perumahan lainnya oleh PT. Megapolitan sebelum dipenuhinya tuntutan warga Graha Cinere I. Dengan susunan acara, Roundown; 
Pkl.16.00 – 17.00. kumpul di lokasi, pkl.17.00 – 17.30 sambutan & penjelasan tentang Petisi,di lanjutkan sambutan dari ketua a FK. LPM Kec. Limo dan beberapa perwakilan elemen Masyarakat , pkl.17.30 – 17.45,- pembacaan Petisi dipimpin oleh bpk. Wasis diikuti warga Graha yang hadir , dilanjutkan dengan Doa bersama dipimpin oleh pak Ustad Affan G. Pkl.17.45. – 18.00 wawancara dgn Media narasumber RT Korkam & elemen masyarakat, terakir pkl. 18.00 – 18.25 buka bersama.
Terkait dengan dipampangnya Petisi tersebut tentu menjadikan tamparan bagi “Pemkot Depok”. Bagaimana tidak, kata Yakub Saragih selaku kuasa penuh warga Graha Cinere kepada radarindonesianews.com.

“Sudah tiga kali kami melayangkan somasi yang ditujukan kepada Pemkot Depok, namun nampaknya hanya dipandang sebelah mata tanpa dibalas.” Ujar Yakub.

Karnanya, lanjut Yakub, jangan salahkan kami dengan adanya petisi tersebut. Yakub Saragih adalah Ketua RW.12 di Perumahan tersebut. Petisi ini menjadikan sebuah “tamparan” atau kehilangan” muka” bagi Pemkot. ( Anggi /moer )

Comment

Rekomendasi Berita