by

Wartawan Tewas Di Rutan Kejaksaan Kotabaru?

RADARINDONESIANEWS.COM, KALSEL – Seperti diberitakan sebelumnya Yusuf sudah 15 hari menghuni Lapas Kotabaru, setelah sebelumnya menghuni rumah tahanan Polres Kotabaru. Yusuf disangkakan Pasal 45 A UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik. Alhasil, Yusuf terancam pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Namun nasib berkata lain, M Yusuf (40), wartawan sebuah media siber yang dilaporkan manajemen PT Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM,red) atas pencemaran nama baik, akhirnya meregang nyawa di Rumah Tahanan Kotabaru, Kalimantan Selatan, Minggu (10/6). Yusuf sebelumnya sudah mengajukan penangguhan penahanan karena ada riwayat sakit. Namun ditolak pihak kejaksaan.

Kuasa hukum M Yusuf, Ery Setyanegara menyesalkan penangguhan penahanan kliennya.”Kami sangat berduka dan sangat prihatin dengan kejadian ini. Kami minta dilakukan visum et repertum untuk mengetahui penyebab kematian Saudara M Yusuf,” ujar Ery melalui pers rilis yang disebarluaskan, Minggu (10/6).

Menurut Ery, kematian Yusuf di Rutan Kotabaru dengan status sebagai tahanan kejaksaan itu sangat memilukan. Apalagi, imbuh dia, kliennya ini menghadapi kasus yang belum tentu bersalah.

“Kasus ini kan hanya soal teknis pemberitaan. Semestinya diselesaikan dengan hak jawab, bukan dipidana,” tegas direktur LBH Setyanegara itu. Pihaknya tengah menyiapkan langkah-langkah strategis terkait kematian Yusuf.

“Komnas HAM dan Propam Mabes Polri, nanti bisa saja kami minta Jamwas memeriksa aparatnya yang terlibat. Kami lihat nanti,” tutupnya.

Sementara itu, Kepolisian Resor Kotabaru, Kalimantan Selatan, merilis kronologi atas tewasnya wartawan Kemajuan Rakyat, Muhammad Yusuf (42), yang sempat menghuni jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kotabaru, Minggu (10/6/2018). Polisi menjebloskan Yusuf karena dugaan menulis berita provokasi dan menghasut yang merugikan PT Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM).

Kepala Polres Kotabaru, Ajun Komisaris Besar Suhasto, mengatakan Yusuf sempat mengeluhkan sakit pada dada dan sesak nafas disertai muntah-muntah sekitar pukul 14.00 WITA. Melihat kondisi Yusuf, petugas Lapas Kotabaru segera membawa Yusuf ke UGD RSUD Kotabaru untuk mendapat tindakan medis.

“Atas keterangan petugas lapas yang membawa saudara Yusuf, saudara Yusuf dinyatakan meninggal dunia pada pukul 14.30 wita di RSUD Kotabaru,” kata AKBP Suhasto lewat siaran pers, Minggu malam (10/6).

Menurut dia, hasil visum sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di sekujur tubuh mayat. Ia mengatakan hasil rekam medis akan diberitahukan oleh pihak RSUD Kotabaru.[LAPAN6]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × four =

Rekomendasi Berita