by

Yovita Lesmana, Dirikan Wadah Lapangan Kerja Untuk SDM Kurang

Foto: copyright Vemale.com
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Di zaman yang serba modern ini persaingan untuk mendapatkan pekerjaan
sangatlah ketat. Banyak sekali lulusan perguruan tinggi yang susah
mendapatkan pekerjaan. Hal inilah yang membuat salah satu wanita sukses
di bidang enterpreneur menciptakan lapangan pekerjaan.

Yovita
Lesmana, perempuan kelahiran 21 Agustus 1985 ini mengaku ingin membuat
anak muda Indonesia bukan menunggu pekerjaan tetapi menciptakan lapangan
pekerjaan sendiri. Maka dari itulah ia membuat suatu wadah tempat
berkumpulnya anak muda berkarya dan menghasilkan banyak uang yang
tergabung dalam Majoli Family.

Berikut ini adalah wawancara Vemale dengan Yovita soal Majoli Family. Yuk intip lebih dalam Ladies.

Apa itu Majoli Family?

Majoli
Family adalah online shop yang menjual pakaian. Namun Majoli Family
bukan hanya sekedar online shop atau toko saja, bukan, tetapi ini wadah
bagi anak muda yang benar-benar bisa berkarya. Ini sebenarnya non-profit
company, jadi anak muda binaan kita arahkan dan sekolahkan, akhirnya
dari situ setelah mereka bisa bikin produk itu sendiri, saya yang bikin
filmnya atau buku ceritanya.

Tujuan mendirikan Majoli Family?

Empower orang untuk bisa menciptakan pekerjaan, bukan untuk menunggu pekerjaan. Saya motivator dan konsultan perusahaan.

Sudah berapa produksi yang dikerjakan anak-anak muda di dalam Majoli Family?

Total
sudah menjual 14.000 pieces barang, karena kita sistemnya jemput bola
dan mereka nggak boleh beli satu saja, akhirnya dari komunitas ke
komunitas. Ada satu TK di daerah Kelapa Gading pakai baju Majoli, di
Pluit dan Bekasi juga. Itu Puji Tuhan yang membuat kita grow. Banyak
mama muda yang jadi calo menjual satu, akhirnya mami-mami itu punya
penghasilan. Jadi mereka juga bisa berkarya di rumah.

Sejak kapan Yovita memulai untuk memotivasi anak muda untuk bekerja?

Usia
21 tahun saya sudah bisa menghasilkan uang, ya saya tidak mau bilang
berapanya ya. Intinya ada nggak sih anak usia 21 tahun bisa menghasilkan
ratusan juta nggak mungkin. Jadi saya banyak konsepkan di daerah-daerah
di mana memanfaatkan sosial media, buat event yang berbeda dari
kompetitor, bikin iklan yang menarik. Saya lebih ke konsultan itu, jadi
saya membenahi sumber daya perusahaan.

Siapa saja yang boleh bergabung di Majoli Family?

Ada
beberapa lulusan SMP, macam-macam ya. Mereka dari keluarga yang kurang,
kalau sudah mapan nggak boleh gabung di kita, jadi investor saja. Ada
juga beberapa anak binaan kita mantan pengguna narkoba. Saya mau didik
mereka jangan kerja di kantor, karena kalau di kantor nggak lolos di
kesehatan, kenapa nggak menciptakan lapangan pekerjaan, saya bantu
mereka untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

Siapapun saya
selalu open, mereka ikut audisi dulu saya wawancara. Saya akan tanya
mimpi kamu apa, ke depannya mau apa, mau saya sekolahin nggak, mau maju
bersama nggak, berani kerja deadline nggak, mau nggak tidur nggak.
Awalnya kita kecil-kecilan tapi ternyata ke belakang harus siapin 2000
pieces harus lembur.

Berapa banyak anak muda yang tergabung dalam Majoli Family?

Total
kita ada 31 orang. Bagiannya macam-macam ada di bagian kurir, packing,
desain, stock, admin dan sebagainya. Mereka merasa dihargai, kalau dulu
di garmen mereka dihargain satu baju hanya Rp. 2000, di sini penghasilan
makin banyak, jadi saya mau didik mereka.

Harapan ke depannya?

Makin
banyak anak muda yang ada di Majoli Family, bisa mengembangkan, kasih
saya ide-ide segar, ada banyak tempat-tempat yang bisa kita kembangkan.
Contohnya film, ada karakter di buku cerita, ada restorannya, hotelnya.
Apapun itu saya ingin menjadi Walt Disney-nya Indonesia, dengan cerita
banyak anak-anak Indonesia.

Very inspiring ya Ladies. Semoga
semakin banyak Yovita lain di Indonesia yang punya keinginan mulai
membantu SDM yang kurang dan menciptakan lapangan pekerjaan.[vem]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five + 11 =

Rekomendasi Berita