by

Yudhi Syamhudi Suyuti: Rakyat Vs Konspirasi Global Dalam Pilpres 2019

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Babak penjajakan pertarungan pemilihan Presiden tahun 2019 negara Indonesia, menurut pandangan Yudi Syamhudi Suyuti, Ketum Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI), melaluiketerangan tertulis, Sabtu (3/2), nantinya akan diperebutkan konspirasi global vs rakyat. 
 
Bung Yudi, aktivis muda yang kritis itu meneruskan pandangannya,”Kubu konspirasi global melalui jaringannya di Indonesia yang terdiri dari konglomerat hitam, rentenir, mafia narkoba, jaringan mafia prostitusi dan segala penguasa kapital jahat akan berusaha keras menguasai Indonesia dengan mengusung Calon Presiden pilihannya,” lanjutnya mencermati.
Kemudian, aktivis muda yang telah mendeklarasikan dirinya sebagai bakal calon Presiden tahun 2019 itu melanjutkan,”Sedangkan, kubu rakyat banyak yang terdiri dari umat beragama, petani, buruh, nelayan, guru, pengusaha bermoral, masyarakat adat, pengangguran dan kelompok masyarakat marginal, juga saatnya merebut kekuasaan Negara dengan mengusung dan mendukung calon Presidennya,” paparnya.
Soalnya, sambung Bung Yudi bahwa prinsip dari pertarungan politik ialah bagaimana menguasai Negara dan Pemerintahan.
“Karena negara merupakan organisasi politik terbesar entitas rakyat dan bangsa,” timpalnya
Maka itulah dalam perebutan kekuaasaan ini, kemukanya mengingatkan, perlu menggaris bawahi dengan tinta tebal, yaitu bahwa Rakyat adalah Pemilik Negara.
“Sedangkan kelompok korporasi atau konglomerasi dan mafia-mafia yang menjadi kaki tangan konspirasi global tidak berhak untuk memiliki
Negara Indonesia. Ini bunyi konstitusi, bukan klaim pembenaran,” tandasnya.
Sementara,”Politik seringkali dilihat dari cara pandang setiap orang atau kelompok yang ingin berkuasa. Akan tetapi bagaimanapun kehendak berkuasa hidup di negeri ini, kehendak Rakyatlah yang tertinggi. Hanya kehendak Tuhan yang bisa melebihi kehendak Rakyat,” jelasnya.
“Oleh karena itu, konsolidasi kekuatan rakyat harus terus terbangun solid dalam pertarungan ini,” ujarnya.
Selanjutnya, ungkap Yudi Syamhudi kalau pada saat ini konstelasi politik formal yang sudah dibangun untuk mengusung Jokowi sebagai calon Presiden 2019 memberikan deskripsi bahwa Jokowi, Jaringan kekuasaannya dan Konglomerat Taipan berada bersama dalam satu gerbong.
“Dan dimungkinkan terjadi penyusupan di dalamnya bagi para mafia yang menyusup melalui jalur patah-patah yang mungkin Jokowi sendiri tidak mengetahui. Disinilah kelompok konspirasi global membangun kekuasaan ekonomi, politik dan militer,” ulasnya kembali.
“Dan secara formal prosedural, partai-partai politik menjadi kendaraan sekaligus untuk memperkuat kekuasannya di parlemen,” tukasnya.
“Sedangkan Rakyat Banyak yang terdiri dari banyak elemen dan unsur kehidupan saat ini menjadi kekuatan penantang untuk mencapai kehendaknya, yaitu Daulat Rakyat,” papanya.
Seperti diketahui, ‘Daulat Rakyat’ merupakan manifestasi kedudukan Rakyat sebagai Pemilik Negara sesuai konstitusi legal, UUD 45. Perjuangan politik Rakyat Banyak berkehendak menjawab tantangan jaman dalam merebut kekuasaan.
“Kepemimpinan, Politik dan Perjuangan merupakan unsur-unsur untuk mengusung Calon Presiden yang hidup visi kerakyatan dalam dirinya,” tambah Yudi lagi.
“Hanya dengan visi kerakyatan dan garis-garis perjuangan yang dimiliki calon pemimpinnya, rakyat mampu mencapai kehendaknya. Dengan demikian partai-partai politik sebagai instrumen politik juga akan dikuatkan dari kehendak rakyat.” tutupnya.[Nicholas]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five − four =

Rekomendasi Berita