Yuli Ummu Raihan: Saat Harga Tiket Pesawat Terbang Tinggi

Berita2024 Views
Yuli Ummu Raihan
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Masyarakat diberi kado pahit awal tahun dengan kenaikan harga tiket pesawat komersil domestik. Kementrian Perhubungan (Kemenhub) mengklaim bahwa naiknya harga tiket pesawat yang terjadi saat ini masih dalam batas wajar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu Peraturan Mentri Perhubungan (Permenhub) nomor 14/2016.
Mentri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun meminta masyarakat tidak terlalu berlebihan dalam merespon hal tersebut. Budi bahkan meminta masyarakat bisa berbesar hati menerima kebijakan maskapai.
” Jadi saya imbau masyarakat siapapun juga untuk memberikan toleransi, tapi airline juga menaikkan jangan terlalu tinggi. Jadi ada suatu harga tertentu dimana airline bisa menutup ongkos, tetapi warga tidak merasakan suatu kenaikan yang berlebih” ungkapnya  di JIExpo Kemayoran, Jakarta Sabtu 12/01/2019.
Menurut Budi selama ini ada terjadi persaingan yang tidak sehat antar maskapai yaitu perang harga. Dan kita perang itu mulai reda dan harga kembali normal.
Imbasnya masyarakat pun seolah-olah merasakan  harga tiket pesawat jadi melambung tinggi. Meski menyadari adanya banyak keluhan dari masyarakat namun disisi lain Budi menyatakan bahwa pemerintah juga  perlu memperhatikan keberlangsungan industri penerbangan, yaitu memastikan bahwa industri ini bisa bertahan, karna menurutnya di beberapa negara banyak yang mengalami kebangkrutan. Budi pun menilai daya beli masyarakat masih cukup baik sehingga kenaikan hargapun masih bisa dijangkau.
Inilah bukti jika negara hanya jadi regulator bagi rakyatnya, transportasi yang adalah kebutuhan pokok masyarakat diserahkan pada swasta sehingga tidak kontrol atau peran negara, dijadikan lahan bisnis.
Meski ada moda tranportasi lain yang lebih murah dan relatif terjangkau tapi pesawat ini menjadi suatu keharusan jika dalam kondisi darurat, semisal ada bencana alam, maka jasa pesawat terbang menjadi kebutuhan pokok untuk dapat menyalurkan bantuan dengan cepat, atau ada kemalangan seperti sanak keluarga meninggal, sakit, dan butuh penanganan segera yang adanya dipusat kota, maka pesawat menjadi penyelamat, dan sarana transportasi tercepat untuk keperluan yang urgen.
Pernyataan kenaikan harga masih terjangkau, rasanya tidak tepat, masyarakat yang mana? Jangankan untuk naik pesawat untuk kebutuhan dasar saja rakyat mengalami kesulitan.
Kenaikan harga tiket pesawat, ditambah pembatasan jumlah bagasi juga berimbas pada kenaikan harga, karna kebanyakan barang-barang diangkut dengan jasa ini, apalagi yang dijual secara online, alhasil tarif ongkir pun melonjak, imbasnya harga barangpun mau tak mau mengalami kenaikan.
Seharusnya pemerintah sebagai pengembala memastikan kebutuhan rakyatnya tercukupi, mudah didapat, terjangkau, dan tidak berbelit.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa tidak ada satupun urusan di negeri ini yang tidak semrawut, itu karna bukan aturan Allah yang diterapkan. Penguasa berpihak pada maskapai yang jelas-jelas tujuannya mencari keuntungan bukan melayani rakyat. Alhasil rakyat dipaksa untuk menerima kenaikan dan efek domino dari kenaikan ongkos pesawat domestik ini.
Rakyat dijadikan target pasar dari bisnis penerbangan  domestik, karna kalau kita bandingkan dengan harga tiket penerbangan ke luar negri harganya hampir 50% dari harga penerbangan domestik dengan jarak dan waktu tempuh yang relatif hampir sama, maka tak heran ada wacana untuk bikin pasport ke negara tetangga seperti Malaysia agar hemat biaya.
Wahai penguasa, ingatlah  hadist Nabi SAW berikut:” Barangsiapa yang diserahi tugas atau kekuasaan oleh Allah untuk menangani urusan kaum muslimin, namun ia tidak memperhatikan kebutuhannya, dan kaum fakir maka Allah tidak akan memperhatikan kebutuhannya “( HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
Bukanlah ketika dilantik kalian telah bersumpah di bawah kitab suci Al Quran?  Bukankah sebelum berkuasa kalian menjanjikan kesejahteraan, ini dan itu? Atau, semua itu hanya pemanis agar kami rakyat mau memilih kalian. Wallahu a’lam bishowab.[]
Penulis adalah Member Akademi Menulis Kreatif

Comment