by

Yuyun Suminah, A.Md: Sang Idola Pembawa Taat atau Maksiat

Yuyun Suminah, Pnulis
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Idola adalah orang, gambar, patung dan sebagainya yang menjadi pujaan (Menurut Kamus Indonesia). So, idola ialah orang yang dipuja oleh seseorang. Baik karna prestasi akademiknya atau bakat non akademiknya seperti, menyanyi, bermain peran dll. Atau bisa juga mengidolakan seseorang karna fisiknya. Cantik dan tampan. 

Mengidolakan seseorang dari fisik inilah yang sekarang banyak terjadi di kalangan remaja. Karna cantik dan ganteng, sang idola dipuja-puja bak ratu dan raja. Seperti beberapa waktu lalu yang sempat menggegerkan dunia maya lewat aplikasi yang membuatnya terkenal. Para fans fanatiknya bikin nyesek dada,  menuhankan sang idola. Miris.

Idola Membawa Maksiat

Ketika kita mengidolakan seseorang,  itu merupakan sebuah luapan fitrah karna Allah menciptakan naluri, naluri kasih sayang seperti rasa suka, kagum, terpesona, takjub dll. Termasuk juga kagum kepada sang idola itu luapan naluri tersebut, namun Islam tetap memberi batasan dengan syariatNya.

Terkadang kita dibuat tak habis pikir dengan kelakuan para fans yang mengalami pingsan, nangis histeris, ada juga yang sampai sakit karna memikirkan sang idola. Tak pernah terlewat sedikitpun untuk mengikuti kegiatan idolanya. Bahkan rela berdesak-desakan, menunggu berjam-jam hanya sekedar ingin berfoto bersama atau meminta tanda tangan sang idola.

Parahnya, hal ini dilakukan melebihi perhatian kepada orang tua apalagi kepada Allah yang menciptakannya. Sang idola membuat lalai para penggemarnya dari mengingat Allah. Miris.

Idola Membawa Taat

Sob, Islam itu sempuran, tak hanya mengurusi ibadah ritual saja, seperti solat, puasa dan zakat. Begitupun prihal sang idola. Siapa yang pantas dijadikan idola dan siapa yang tidak layak dijadikan idola. Islam punya aturannya.

Islam menyuruh umatnya agar menjadikan Rasul sebagai idoalnya. Karna dalam diri beliau terdapat akhlaqul karimah yang harus diteladani. Selain itu juga mendatangkan rido Allah dan mendapatkan pahala ketika menjalankannya sesuai hukum syara.

Cowok Paling ganteng

Sob, perkara cowok ganteng bukan berita baru di dunia ini. Ada sebuah riwayat ketika masa kepemimpinan Umar ada pemuda yang berwajah tampan. Sampai-sampai perempuan yang ada pada masa itu rela meminum minuman keras. Pemuda tersebut bernama Nashr Ibn Hijjaj.
Umarpun dibuat penasaran, seperti apa sih makhluk Allah yang berwajah tampan itu. Pas diliat oh… memang ganteng makhluk ciptaan Allah ini.

Ketika itu urusan fisik bisa jadi “urusan” khalifah Umar. Akhirnya sang pemuda diminta potong rambu biar kelihatan culun. Eyalah, bukan bikin culun malah bikin ganteng. Dicoba lagi dengan menggunakan sorban biar kelihatan tua, tetep aja ganteng juga. Udah bawaan orok kali ya. Hehe

Demi menjaga stabilitas hati para perempuan yang tak bisa menahan nafsu dan demi keselamatan Nashr sendiri. Akhirnya Umarpun memerintahkan dia berangkat ke medan perang sebagai pasukan tentara ke Bashrah. ( referensi: Buku “The Great Of Two Umar”, Fuad Abdurrahman)
Sob, idolamu bisa membawamu kepada ketaan bisa juga pada kemaksiatan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “seseorang bersama siapa yang dicintainya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Ingat orang yang kita cintai itu akan bersama kita kelak di akhirat. Ketika kita mencintai orang yang soleh dan bisa membawa kepada ketaaatan maka orang tersebut akan bersama di syurga tapi ketika orang yang dicintai orang kafir hanya karna rupa fisiknya saja, membawa kepada kemaksiatan jauh dari hukum Allah, maka akan disatukan di neraka bersamanya. Nauzubillah. Wallahua’lam.[]

Yuyun Suminah,
Guru di DTA Al-Kautsar, Karawang

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + three =

Rekomendasi Berita