by

Yuyun Suminah: Menepis Islamofobia, Mungkinkah?

Yuyun Suminah
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Apa yang terlintas ketika mendengar kata Islamofobia? Rasa takut dan benci terhadap Islam baik terhadap ajarannya maupun pengikutnya (Muslim).
Seperti yang disampaikan oleh Ustadz Adnin Armas “Islamofobia bisa jadi tidak hanya terjadi di Eropa dan Amerika, tetapi juga di Indonesia. Hal itu disampaikan dalam tabligh akbar bertema “Untuk Indonesia yang Lebih Beradab” di Masjid Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Beliau pun menambahkan “Indikasinya sudah muncul. Orang-orang yang ingin berkontribusi dan mencintai agama ini bisa dituduh konservatif, fundamentalis, radikal, anti kemajuan, anti Barat, anti NKRI, dan fitnah-fitnah serupa,” ucapnya, Kamis (Republika.com 30/4)
Bukankah itu sudah terbukti dengan adanya kriminalisasi ulama, kriminalisasi ajaran Islam seperti soal hukum poligami, waris dll. Siapa saja yang taat kepada syariatNya dianggap fanatik, radikal dll. 
Ketika melihat seorang laki-laki berjenggot dan seorang perempuan menutup auratnya dengan syar’i layak untuk dicurigai, acara-acara kajian Islam disebut-sebut sebagai sarang teroris. 
/Sebagai Alat Memerangi/
Para kafir penjajah akan terus memerangi umat Islam, mereka akan terus membuat pengikutnya merasakan tidak nyaman dengan agamanya sendiri, jargon-jargon negatif terus disebarkan. Kedzaliman yang dialami sodara-sodara kita diseluruh dunia yang mengalami konflik, penindasan, pembantaian seperti di Palestina, Mali dll. Itu memberikan efek kepada umat Islam maupun non Islam jika memeluk agama Islam akan membahayakan nyawa dan harta mereka. 
Selain perang fisik  disebagian negeri-negeri muslim, perang pemikiran pun mereka gencarkan dengan cara menjauhkan pemeluknya jauh dari panduan Ilahi yaitu Alquran, mulai dari para pemuda, ibu pencetak generasi bahkan para penguasanya dibuat sibuk dengan urusan dunia sehingga mereka tidak menyadarinya.
/Islam Rahmatan Lil’alamin/
Islam adalah agama sekaligus pedoman hidup, selain mengurusi prihal ibadah seperti ibadah solat, zakat dan ibadah lainnya, mengurusi dirinya sendiri seperti akhlaq, berpakaian, dll islam juga mengurusi hubungan sesama manusia mulai dari pendidikan, kesehatan, politik luar negri dll. Sehingga Islam adalah sebagai agama yang sempurna.
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah  Kuridhai Islam itu sebagai agama bagimu” (TQS. Al ma’idah: 03)
Ketika syariat Islam dilaksanakan oleh negara secara otomatis membentuk ketakwaan tiap individu, selain itu setiap individu pun akan menjalankan semua syariat Islam semata-mata sebagai bentuk ketakwaannya kepada Sang Pencipta.
Syariat Islam membawa rahmat bukan hanya kepada umat muslim saja tapi umat non muslim pun akan merasakannya bahkan tumbuhan dan hewan pun ikut merasakannya. Karena dalam sistem Islam semua mendapatkan pelayanan yang sama dimata negara baik kesehatan, pendidikan, hukum keselamatan nyawa, harta semua dijaga. 
Sehingga dimasa-masa Islam berjaya banyak orang-orang kafir yang memeluk agama Islam secara berbondong-bondong, namun tidak ada paksaan sedikit pun untuk memeluknya, mereka masuk Islam atas kesadaran mereka sendiri karena melihat betapa Islam memberikan kesejahterakan, perlindungan dan kenyamanan.
“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu Lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat” (TQS. An Nashr 1-3)
Tidak ada sedikit pun Islamofobia yang mereka rasakan yang ada mereka merasakan ketentraman hidup dibawah syariat Islam. Wallahu alam.[]

Comment

Rekomendasi Berita